Take a fresh look at your lifestyle.

Longsor, Wisata Curug Cantel Ditutup Sementara Bagi Pengunjung

- Batu Besar Timpa Gazebo dan Warung

261

BREBES – Obyek wisata Curug Cantel di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, kini ditutup semetara bagi pengunjung. Ini menyusul bencana tanah longsor yang melanda obyek wisata di tapal batas wilayah Brebes dan Kabupaten Tegal itu, Jumat petang (7/2).

Longsor yang melanda tempat wisata itu terjadi saat wilayah Kecamatan Sirampog diguyur hujan deras sejak pukul 16.00. Sekitar pukul 18.00, salah satu tebing yang ada di Curug Cantel longsor. Longsoran membawa material tanah dan bebatuan. Bahkan, sebuah batu besar yang terbawa longsoran menimpa gazebo dan warung di tempat wisata tersebut, hingga mengalami kerusakan berat.

Kondisi warung yang tertimpa batu di obyek wisata Curug Cantel.( SMpantura.com/ dok)

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Namun untuk memgantisipasi hal yang tidak diinginkan, obyek wisata di kaki Gunung Slamet tersebut sementara ditutup untuk pengunjung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Tebing longsor setinggi 70 meter, di obyek wisata Curug Cantel, masuk wilayah Hutan Perhutani RPH Igirklanceng petak 13 C, dengan lebar mencapai 15 meter. Untuk material longsor berupa tanah dan batu-batu ukuran besar,” kata Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi.

Dia menjelaskan, tanah longsor itu terjadi
sekitar pukul 18.00. Hal itu picu hujan deras yang menguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Akibatnya, kondisi tebing yang labil longsor. Pihaknya bersama instansi terkait langsung menuju lokasi untuk mengecek kondisi di lapangan. Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan, anggotanya memasanh petunjuk larangan serta garis, agar masyarakat atau pengunjung untuk sementara tidak memasuki kawasan tersebut. “Ini untuk menghindarkan korban jiwa jika terjadi potensi longsor susulan,” tandasnya.

Sementara itu Satgas Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Brebes, Budi Sujatmiko mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemdes setempat dan unsur terkait guna pelaksanaan kerja bakti penanganan. Pasalnya, di bawah titik longsor merupakan jalan raya sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan. “Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, karena saat kejadian sepi pengunjung. Untuk antisipasi, sementara obyek wisata ditutup bagi pengunjung,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA