Take a fresh look at your lifestyle.

Lima Kecamatan Dinilai Rawan Terjadi Tanah Longsor

135

PEMALANG – Ada lima kecamatan di wilayah Kabupaten Pemalang yang dinilai rawan longsor saat terjadi pada musim penghujan seperti sekarang. Lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Watukumpul, Pulosari, Belik, Moga dan Randudongkal, untuk itu masyarakat dihimbau untuk selalu waspada.

“Berdasarkan hasil data pemetaan yang dihimpun oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang ada lima kecamatan yang rawan terjadi tanah longsor. Selain itu, sepanjang daerah aliran sungai Comal juga memiliki potensi terjadi bencana tanah longsor,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pemalang,” Wahadi, kemarin.

Dia mengatakan, terkait bencana tanah longsor sudah beberapa kali terjadi di Pemalang, tetapi skalanya kecil dan sudah tertangani dengan baik. Kejadian longsor tersebut terjadi di Kecamatan Watukumpul, sebab daerah tersebut memiliki kerawanan tinggi terjadinya bencana tanah longsor. Hal itu disebabkan sebagian besar kecamatan tersebut memiliki kemiringan lereng yang relatih terjal, sehingga potensial terjadi longsor. Pihaknya terus melakukan himbauan pada masyarakat setempat untuk selalu waspada, apabila terjadi hujan deras dengan durasi lama. Sebagian besar masyarakat sudah paham dengan himbauan tersebut, masyarakat yang rumahnya berada di lokasi berbahaya memilih mengungsi apabila hujan lebat dengan durasi lama. Hal itu sebagai salah satu langkah antisipasi agar tidak ada korban jiwa apabil terjadi bencana longsor.

“Data rekapitulasi lokasi rawan bencana tahun 2019 ada 39 desa yang memiliki potensi bencana tanah longsor. Daerah yang dinilai paling rawan yaitu Kecamatan Watukumpul, yaitu 15 desa di daerah tersebut memiliki potensi longsor,” imbuhnya.

Ia mengatakan, di kecamatan lain seperti Kecamatan Pulosari, Belik dan Bantarbolang masing masing kecamatan ada empat desa yang rawan longsor. Untuk menghadapi bahaya tersebut BPBD Pemalang terus bersiaga selama 24 jam. Bahkan sekarang ini sudah ada posko gabungan yang terdiri dari berbagai instansi untuk siaga bencana. Peralatan, logistik, kendaraan maupun personil sudah disiapkan, apabila sewaktu waktu dibutuhkan bisa langsung diberangkatkan untuk membantu masyarakat.

(H77Red_03)

BERITA LAINNYA