Take a fresh look at your lifestyle.

Lelang Jabatan Eselon II di Kabupaten Tegal Dikritisi

234

SLAWI – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal mempertanyakan tentang lelang jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Tegal. Dua dari empat lowongan pejabat pimpinan tinggi pratama itu, masih ada pejabatnya. Sedangkan, tiga jabatan eselon II yang kosong malah tidak diikutkan dalam lelang jabatan.

“Kenapa ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih ada pejabatnya dilakukan lelang jabatan. Walaupun akan pensiun di tahun ini, tapi saat proses lelang masih ada pejabatnya,” kata Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Selasa (4/2).

Dikatakan, empat jabatan eselon II yang dilelang, yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dari jumlah itu, dua lowongan kepala OPD itu masih ada pejabatnya, yakni Dishub dan BPKAD.

“Hingga kini, Abdul Ghoni (kepala Dishub) dan Budi Sukamto (kepala BPKAD) masih menjalankan tugasnya. Mereka purna tugas pada Maret 2020,” terang politisi Partai Golkar itu.

Menurut dia, lelang jabatan dilakukan jika ada kekosongan kepala OPD. Namun demikian, Pemkab telah melakukan lelang dua jabatan itu. Pihaknya mempertanyakan alasan terkait dengan kebijakan tersebut.

“Padahal, ada tiga jabatan eselon II yang kosong. Kenapa tidak sekalian dilelang,” kata M Khuzaeni yang akrab disapa Jeni itu.

Lebih lanjut dikatakan, tiga OPD tersebut yakni kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sfat Ahli Bupati Tegal, dan kepala Kesbangpol. Tiga jabatan tinggi pratama itu kosong sejak beberapa waktu lalu, karena pejabanya pensiun. Saat ini, jabatan itu diisi Pelaksana Tugas (Plt) yang ditunjuk oleh Bupati Tegal.

“Harusnya yang masih ada pejabatnya jangan dilelang dulu, dan sudah kosong secepatnya dilelang,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA