Take a fresh look at your lifestyle.

Latih Mental dan Spiritual Anak dengan Pencak Silat Perisai Diri

417

PEKALONGAN – Bela diri luar negeri banyak masuk ke Indonesia. Namun pencak silat kini justru banyak dipelajari negara-negara lain. Maka agar tidak punah, harus ada tindakan sebagai upaya kepedulian mempertahankan budaya bangsa, salah-satunya mempelajari silat Perisai Diri. “Olahraga ketangkasan ini perlu ditanamkan kepada anak sejak kecil, agar anak-anak ikut mempertahankan budaya bangsa. Silat Perisai Diri akan menempa mental dan spiritual anggotanya dalam hal ini adalah anak-anak. Teknik penyerangnya yang saling hindar balas, hening sebelum dan setelah berlatih dan bertanding ditekankan dalam salah satu cabang dari ilmu pencak silat Indonesia ini,” tutur AKP Suparji, pembina Perisai Kota Pekalongan.

Dijelaskan, penanaman mental dan spiritual sangatlah berperan penting untuk membentuk karakter manusia ke depannya. Salah satu cara untuk menanamkan mental dan spiritual pada anak yaitu dengan cara mengajarkan silat Perisai Diri. Mental anak akan dibentuk melalui bela diri ini. Kegiatan tidak hanya berupa latihan, namun juga mengisi penanaman akan nilai kekeluargaan dalam tim, kepercayaan diri, pandai menjaga diri, dan menjadi anak yang mempunyai prinsip. Teknik dalam Perisai Diri yang berasal dari sinkronisasi alam dan binatang berupa gerakan refleks, tenaga, dan kejutan dengan berpedoman satu detik dua gerak.

“Latihan Perisai Diri tidak bertujuan untuk berkelahi, melainkan sebagai penjagaan diri. Sehingga dalam berbuat diharapkan anak akan mempertimbangkan baik buruknya. Pendalaman kerohanian juga masuk di dalam sesi latihan agar menguatkan iman untuk bekal kebaikan dalam hidup. Teknik penyerangnya yang saling hindar balas, hening sebelum dan sesudah latihan dan bertanding ditekankan dalam silat Perisai Diri,” imbuh AKP Suparji, yang juga Kasubag Humas Polres Pekalongan Kota itu.

Silat Perisai Diri yang berulang-ulang membuat anak memiliki kemampuan refleks dan waspada tinggi terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar. Selain itu, juga dapat melatih ketahanan fisik bagi anak. Pembentukan mental anak sangat ditekankan dalam silat Perisai Diri yang bertujuan agar anak tidak gampang takut dan minder dengan lingkungan baru. Latihan pembentukan mental ini berupa latihan serang hindar. Gerakan serang hindar merupakan gerakan khas dari silat Perisai Diri yang tidak ditemukan di perguruan lain. Serang hindar terdiri dari dua anak saling berhadapan, dimana ada yang menyerang dan ada yang menghindar. Gerakan serang hindar mengajari anak untuk tidak takut apabila ada musuh dan berusaha menghindari serangan tanpa melukai lawan.

Pihaknya menambahkan, Silat Perisai Diri mempunyai semboyan Pandai Silat Tanpa Cidera yang artinya latihan secara bertahap dan kontinu sehingga anak terbiasa dan tidak akan cidera saat berlatih. Perisai Diri juga mempunyai prinsip dalam berlatih yang ditanamkan kepada anggotanya, yakni Asah-Asih-Asuh. Ketiga prinsip ini yang akan melatih anak menjadi bijaksana dalam kehidupan yang akan datang. Asah yakni mengasah kemampuan, terus giat belajar, berlatih, dan tidak mudah menyerah. Asih, nilai saling mengasihi antar sesama manusia. Sedangkan asuh yaitu nilai mengayomi, menjaga, dan mengasuh dari anggota yang lebih tua kepada yang lebih muda.

“Selain mengajarkan mental, silat Perisai Diri juga mengajarkan spiritual anak dengan cara membiasakan hening sebelum dan sesudah latihan. Hening merupakan kerohanian yang mampu membentuk spritual yang baik untuk diri anak. Hening bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan yakin bahwa ada Allah yang mengatur hidup,” katanya. Hening sendiri dilakukan dengan duduk bersila, posisi badan tegap dalam keadaan hikmat dan tenang selama kurang lebih dua menit. Sikap spiritual anak akan terbentuk dengan membiasakan hening yang diajarkan pelatih. Anak akan selalu mengingat dan senantiasa melibatkan Allah SWT dalam segala kegiatannya. Latihan silat Perisai Diri tidak bertujuan untuk berkelahi, melainkan sebagai penjagaan diri. Latihan yang berulang-ulang membuat anak memiliki kemampuan refleks dan waspada tinggi terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar. “Mental dan spiritual yang baik akan terbentuk melalui latihan silat Perisai Diri. Selain itu, juga akan membuat badan bertambah sehat dan semakin terlatih baik,” pungkasnya. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA