Take a fresh look at your lifestyle.

Laporkan Bapak Kandung Hanya Ingin Lindungi Ibu dari Pelakor

- Ini Alasan Anak Kandung Laporkan Bapak ke Polisi

246

BREBES, smpantura.com – Benry Silalahi (48), melaporkan bapak kandungnya ke polisi atas dugaan penggelapan mobil, ternyata mempunyai alasan tersendiri. Anak semata wayang dari Paulus Silalahi (terlapor-red) ini, terpaksa melaporkan orang tuanya itu karena ingin melindungi ibunya, Tio Manur Borus Simbolon dari pelakor, yang diduga ingin menguasai harga keluarganya.

“Saya tidak gila harta. Saya melakukan ini demi ibu saya. Saya hanya ingin melindungi ibu saya ini dari pelakor,” tandas Benry Silalahi (48), saat ditemui di rumahnya, di Desa Klampok, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Rabu siang (31/3).

Dia mengungkapkan, pihaknya mengambil jalur hukum karena dipicu tindakan bapaknya. Berawal dari surat somasi yang dilayangkan bapaknya kepada ibu dan dirinya. Dimana dalam surat somasi itu, keluarga diminta menyerahkan seluruh harta kekayaan dan mengakui secara hukum atas anak dari hubungan bapaknya dengan wanita lain tanpa ikatan pernikahan. Hal itu juga sebagai bukti jika bapaknya mempunyai hubungan dengan wanita lain sampai memiliki keturunan. Padahal bapak dan ibunya masih sebagai pasangan resmi dan tercatat secara agama.

“Saya sebenarnya sangat menghormati bapak saya selaku orang tua. Saya ini anak satu-satunya, ketika ibu kandung saya diperlakukan tidak adil, tentu saya akan bertindak. Mungkin setiap anak juga akan melakukan ini,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut dia, bapaknya juga mengawali melaporkan dirinya dan ibunya ke Polres Brebes, atas tuduhan penggelapan sertifikat rumah. Padahal rumah itu menjadi tempat tinggal ibunya saat ini, yang berstatus istri sah dari bapaknya. Bahkan, ibunya juga sempat diusir dari rumah tersebut.

“Saya sendiri sebenarnya malu atas kasus ini, karena ini urusan internal keluarga. Namun kami terus diberlakukan tidak adil, dan ada dugaan upaya pelakor menguasai harta kekayaan keluarga melalui bapak saya. Sudah lama bapak menjalin hubungan dengan pelakor dan baru diketahui ibu saya pada 2 Desember 2018,” ungkapnya didampingi kuasa hukumnya.

Terkait pelaporan dugaan penggelapan mobil, lanjut dia, itu dilakukan atas restu ibunya. Sebab, mobil yang dipakai bapaknya digunakan bersaman pelakor dan selalu di parkir di rumah pelakor. Padahal mobil itu dibeli dari hasil usaha ibu dan bapaknya. Tidak hanya itu, pelakor juga sudah dibelikan rumah dan fasilitas lainnya dari bapaknya.

“Kalau bapak tidak melaporkan kami lebih dahulu, saya tentu tidak akan melaporkannya juga, karena saya sangat menghormati bapak saya. Kekisruhan keluarga saya ini karena adanya pelakor,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Benry Silalahi, Wendy Napitupulu mengatakan, akan menuntut proses hukum ini lebih lanjut. Sebagai warga negara yang baik, kliennya sudah melaporkan terkait dugaan penggelapan mobil oleh Paulus Silalahi.

“Kami meminta pihak kepolisian bisa memproses secara kasus ini secara adil dan bijak. Kalau dari laporan dugaan penggelapan sertifikat, kami nilai tidak masuk unsur. Ini karena ibu dari klien kami masih terikat dalam proses pernikahan yang sah secara hukum. Jadi, kalau mau dibuktikan secara hukum maka gali dulu fakta hukum tersebut. Klien kami juga tidak gila harta,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA