Take a fresh look at your lifestyle.

Lapas Brebes Amankan Ribuan Butir Obat Terlarang

- Saat Akan Diselundupkan Masuk

202

BREBES, smpantura.com – Petugas Lapas Kelas II Brebes berhasil mengamankan ribu butir obat-obatan terlarang berbagai jenis, kemarin. Obat-obatan terlarang itu diamankan saat akan diselundupkan masuk ke Lapas Brebes. Namun berkat petugas yang berpatroli rutin, barang-barang tersebut berhasil diamankan. 

Kepala Lapas Kelas II Brebes, Isnawan,l mengungkapkan, terbongkarnya upaya penyelundupan obat terlarang itu, berawal saat petugas jaga melakukan patroli rutin di lingkungan Lapas, Selasa petang (13/4), sekitar pukul 18.30. Saat petugas mengecek area Branggang kanan yang dekat dengan jalan umum, ditemukan dua bungkusan plastik hitam. Branggang merupakan area terbuka yang lokasinya berada antara pagar pembatas dengan kamar tahanan.

“Saat kami cek, ternyata satu bungkusan ini berisi obat-obatan terlarang psikotropika jenis Hexymer. Kemudian ada beberapa jenis lainnya. Kalau jenis Hexymer ini jumlahnya mencapai 4.000 butir. Barang ini terbagi dalam empat bungkus plastik. Sedangkan untuk satu bungkus lagi berisi alat pembuat tato,” ungkapnya.

Menurut dia, dua bungkusan yang ditemukan itu diduga dilempar dari luar Lapas. Sebab, area Branggang tempat ditemukannya bungkusan itu tepat bersebelahan dengan jalan umum, hanya dibatasi tembok keliling yang tinggi. Pelempar bungkusan memanfaatkan waktu dimana para petugas sibuk berbuka puasa. Namun dengan kedisiplinan petugas berpatroli, barang terlarang itu bisa diamankan. “Kemungkinkan obat-obatan ini dilempar dari luar Lapas. Atas temuan ini, kami sudah melaporkan ke Polres Brebes, termasuk menyerahkan barang bukti yang ditemukan ini. Polisi hingga kini masih menyelidiki siap pelaku dan pemilik barang ini,” paparnya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Brebes, Iptu Aris Maryono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus penemuan obat-obatan terlarang di Lapas Brebes. Bagi pelaku nantinya bisa dikenakan Undang-undang tentang Kesehatan maupun Psikotropika, dengan ancaman 10-20 tahun penjara. “Saat ini kami masih menyelidikinya, termasuk meminta keterangan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA