Take a fresh look at your lifestyle.

Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

115

SLAWI – Warga usia lanjut (lansia) menjadi prioritas pemberian vaksin Covid-19 saat ini. Prioritas ini diberikan mengingat lansia rentan terhadap penularan virus Korona. Vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Kabupaten Tegal telah dimulai sejak Jumat (5/3). Diantaranya dilaksanakan di Puskesmas Slawi. Sebanyak 90 lansia dengan usia diatas 61 tahun terdaftar sebagai penerima vaksin yang diberikan selama dua hari. Disamping 30
orang guru sekolah dasar dengan usia diatas 50 tahun. Puluhan lansia terlihat antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (6/3).

Mereka datang ke Puskesmas Slawi untuk divaksin sejak pukul 07.00 pagi. Beberapa datang sendiri, dan ada yang didampingi anaknya.

Sutamawati Noersinggih (68) menyebutkan, sengaja datang pagi, agar segera mendapat vaksin. Setelah mengikuti skrining kesehatan, wanita yang pernah aktif di Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal ini, dinyatakan layak mendapatkan vaksin. “Kemarin (Jumat) saya diberitahu Puskesmas Slawi bahwa ada vaksinasi untuk lansia. Hari itu saya mendaftar, tapi baru mengikuti vaksin hari Sabtu (6/3) ini,”jelasnya

Untuk mengikuti vaksin, dia melakukan sejumlah persiapan. Selain tak lupa sarapan, dia juga mengenakan masker dua lapis, yang terdiri atas maske media dan masker kain, kemudian memakai pelindung wajah (face sheild), membawa hand sanitizer dan pulpen sendiri.

“Tadi sebelum berangkat saya sudah sarapan dan minum obat tensi rutin. Alhamdulillah tensi saya 140, setiap minggu rutin kontrol di rumah sakit,”sebutnya.

Sebelum disuntik vaksin , dia dan petugas Puskesmas, sempat konsultasi dengan dokter penyakit dalam RSUD dr Soeselo yang biasa merawatnya. Hal ini dikarenakan dia memiliki alergi Penisilin. “Saya alergi penisilin, tapi kata dokter penyakit dalam saya, tidak ada hubungannya dengan vaksin Covid-19, sehingga saya pun
bisa disuntik vaksin. Alhamdulillah tidak ada reaksi apa-apa dan setelah itu baik-baik saja,”terangnya, didampingi rekan sesama lansia, Mudrikah (68).

Sementara itu Sapto Sri Nugroho (62) warga BTN Kudaile RT 1 RW 5 Kelurahan Kudaile, menyebutkan, mendapat undangan vaksinasi melalui Ketua RT 1. “Persiapannya, sarapan saja, tidak ada persiapan khusus. Alhamdulillah saya rutin kontrol gula, jadi tidak ada hambatan,”tutur pensiunan guru SMA ini.

Kepala Puskesmas Slawi, drg Mabruri menyampaikan, vaksinasi lansia dilakukan di Puskesmas Slawi selama dua hari, Jumat dan Sabtu (5-6/3).“Sasaran dari Dinkes ada 90 orang per Puskesmas, semua Puskemas diberi kuota 90 orang lansia untuk divaksin dengan kriteria usia diatas 61 tahun. Kebijakan Kemenkes,lansia diprioritaskan karena sebagian pasien Covid-19 yang meninggal berusia lanjut,”jelasnya.

Menurut Mabruri, 90 orang yang menjadi sasaran vaksin merupakan usulan kades Posyandu lansia. “Kami utamakan itu, karena dari Posyandu lansia yang mengetahui kondisi medis mereka. Harapannya 90 orang bisa
divaksin,”ungkapnya.

Selanjutnya, setelah mengikuti penyuntikan dosis pertama, para lansia akan mendapat penyuntikan dosis kedua setelah 28 hari kemudian. Menurutnya, jumlah lansia di wilayah Puskesmas Slawi sebanyak 7.750 orang. Mereka akan divaksin secara bertahap.

“Untuk kapan pelaksanaannya tergantung dengan Dinkes. Puskesmas hanya melaksanakan,”tuturnya.
Mabruri menambahkan, dilaksanakannya vaksinasi terhadap lansia, diharap menjadi contoh bagi warga lain.
“Lansia saja berani di vaksin, dan tidak apa-apa, kok yang muda tidak berani atau takut,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Joko Wantoro menyampaikan, vaksinasi bagi lansia pada tahap awal ini menyasar 2.000 lansia. Vaksinasi akan dilaksanakan hingga Selasa (9/3) di semua fasilitas kesehatan.

BERITA LAINNYA