Take a fresh look at your lifestyle.

Langgar Surat Edaran Wali Kota, Karaoke Terancam Ditutup

122

TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono meradang, saat mengetahui sebuah tempat karaoke masih beroperasi, Senin (16/3) malam. Orang nomor satu di Tegal ini menyatakan tak segan menutup, jika para pemilik usaha tersebut masih terus melanggar.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung oleh Dedy Yon, menyasar sejumlah tempat hiburan malam karaoke dan sebuah tempat spa di daerah Kecamatan Tegal Timur dan Kecamatan Tegal Barat. Ikut mendampingi, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, Sekda Kota Tegal dan sejumlah OPD.

Sidak dilakukan, menyusul diberlakukannya penutupan sementara tempat hiburan, tempat wisata hingga seluruh sekolah. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Tegal Nomor 443/001 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi virus corona (COVID-19).

“Semua wajib tutup, tanpa pengecualian. Kalau tidak, saya akan tutup usahanya selamanya,” tegasnya.

Lokasi pertama yang disambangi yakni sebuah karaoke dan tempat spa di kawasan Ruko Nirmala Square, Kecamatan Tegal Timur. Sejumlah petugas Satpol PP yang ikut, diminta untuk memeriksa setiap ruangan yang ada. Termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota turun langsung memeriksa ruangan satu per satu.

Benar saja, begitu masuk Wali Kota merasakan ruangan tersebut masih dingin. Curiga, dia kemudian bergegas keluar dan menuju lobi karaoke. Salah seorang petugas malam turut dipanggil untuk menjelaskan.

“Kami tidak beroperasi Pak Wali. Itu ruangan dipakai sejak sore untuk mengumpulkan karyawan. Habis dipakai rapat, untuk tutup sampai akhir bulan,” terang petugas keamanan.

Beranjak ke lokasi lain, rombongan sidak menjumpai sebuah tempat karaoke yang nekat beroperasi. Modusnya, tempat karaoke tersebut menjadi satu dengan sebuah restoran yang nampak seperti tempat makan biasa. Namun, lantai atas bangunan tersebut digunakan sebagai tempat karaoke.

Merasa dikadali, Wali Kota kembali meradang dan meminta pemilik karaoke menjelaskan. Sebab, sejak Senin (16/3) kemarin seluruh pengurus tempat hiburan sudah diminta mematuhi SE.

“Tidak ada alasan surat belum diterima. Seluruh pengurus tempat hiburan se-Kota Tegal kami undang dan yang berhalangan kami kirimkan surat. Mustahil jika dikatakan surat belum diterima,” tukasnya.

Dalam momen tersebut, dia kembali menegaskan kepada pemilik karaoke untuk menutup usahanya selama dua pekan, sebagai upaya pencegahan virus corona (COVID-19) yang mulai merebak di Kota Tegal.

Ditambahkan Dedy, untuk mengantisipasi kejadian yang sama, pihaknya akan mengerahkan seluruh Satpol PP untuk patroli malam. Bila perlu, Dedy akan menempatkan mereka di setiap tempat hiburan yang berjumlah 14.

Sementara untuk sidak kali ini, pihaknya masih memberi toleransi. Namun, jika kemudian didapati kembali beroperasi, maka surat izin usaha akan ditangguhkan.

“Lebih baik ekonomi yang mati, daripada orangnya yang mati,” tutupnya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA