Take a fresh look at your lifestyle.

Langgar Dimensi Kendaraan, Badan Truk Harus Dipotong

161
  • Razia ODOL di Tol Pejagan-Pemalang

BREBES – Puluhan truk terjaring dalam razia Over Dimension Over Loading (Odol), yang dilaksanakan di ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di rest area 252 Pejagan, Kabupaten Brebes, Rabu (28/8). Razia odol yang pertama kali digelar Dinas Perhubungan Provinsi Jateng itu, sasaran utamanya adalah penertiban angkutan barang yang melebihi tonase dan dimensi kendaraan.

Razia tersebut melibatkan puluhan personel gabungan dari Polres Brebes, PJR Polda Jateng, BPTD X Provinsi Jateng dan DIY
Dithubdat Kemenhub, Dinas Perhubungan Jateng, Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, TNI dan pihak PT Pemalang-Pejagan Tol Road selaku pengelola jalan tol ruas tersebut. Satu per satu kendaraan angkutan barang diberhentikan petugas. Kendaraan itu kemudian dicek tonasenya dengan melintasi alat ukur khusus. Selain itu, deminsi kendaraan juga diperiksa.

Sebanyak 49 kendaraan angkutan barang terpaksa dikenai ditilang karena melanggar aturan. Selain melanggar batas tonase kendaraan, ada juga yang melanggar deminsi kendaraan. Korsatpel UPPKB Tanjung Kabupaten Brebes, BPTD 10 Provinsi Jateng- DIY Dithubdat Kemenhub, Lilik Hartanto menjelaskan, selama ini jalan tol dianggap sebagai jalur aman bagi kendaraan yang melebihi tonase. Mereka memilih tol justru untuk menghindari pemeriksaan tonase muatan di jembatan timbang.

“Selama ini kendaraan yang melebihi tonase lebih memilih tol karena menghindari jembatan timbang. Tapi mulai hari ini untuk pertama kalinya, kami gelar razia Odol untuk menindak kendaraan yang melebihi tonase dan dimensi di jalan tol,” terangnya disela-sela kegiatan.

Menurut dia, pemeriksaan tonse kendaraan angkutan barang dalam razia yang digelarnya itu menggunakan timbangan portable. Timbangan dengan sistem elektrik itu dipasang di rest area Pejagan KM 252. Setiap kendaraan yang akan diperiksa diwajibkan melindas timbangan tersebut untuk mengetahui jumlah muatannya. Setiap jenis kendaraan barang juga memiliki batas maksimum muatan (JBE) yang berbeda. “Mobil jensi pick up misalnya, batas maksimum muatan sebanyak 3 ton, colt disel maksimum 8 ton, truk engkel besar maksimum 14 ton, tronton 24 ton, truk gandengan 30 ton, dan truk trailer antara 40 sampai 56 ton,” jelasnya.

Di samping masalah tonase, lanjut dia, petugas juga memeriksa dimensi kendaraan. Pemeriksaan dimensi kendaraan dilakukan dengan mengukur panjang, lebar dan tinggi kendaraan. Dari pemeriksaan dimensi kendaraan itu, petugasnya menemukan beberapa kendaraan yang melanggar dan langsung menandai di badan truk dengan cat. Itu karena ukuran kendaraan sudah tidak sesuai dengan aslinya (normal).

“Kendaraan yang melebihi tonase atau melanggar dimensi, kami tilang. Untuk kendaraan yang melanggar dimensi ini juga kami tandai dengan cat. Artinya, agar pemilik kendaraan nantinya memotong sehingga ukurannya sesuai dengan aslinya,” papar dia.

Sementara Kepala Pelayanan Lalu Lintas PPTR Taufik menambahkan, razia itu dilaksanakan karena banyak kendaraan angkutan barang yang melintas di ruas tol yang melebihi kapasitas. Hal itu akan mengakibatkan kerusakan badan jalan.

“Sejauh ini kerusakannya hanya spot-spot saja. Untuk PPTR, kebetulan baru beroperasi pada 2016, jadi masih baru dan belum banyak kerusakan fatal,” pungkasnya.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA