Take a fresh look at your lifestyle.

Lagi, Lapas Tegal Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang

140

TEGAL – Petugas penjagaan Lapas Kelas II B Kota Tegal kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang. Kali ini, aksi heroik dilakukan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bambang Saptopo, Kamis (13/2) lalu.

Bambang yang saat itu bertugas, mendapati kiriman paket dari Jakarata untuk salah satu narapida di dalam Lapas. Tanpa menaruh curiga, paket yang dikirim sebuah ekspedisi itu kemudian diserahkan kepada petugas lain untuk dilakukan pemeriksaan.

Saat diperiksa, petugas mendapati beberapa jenis makanan ringan dan sebuah inhaler atau alat kesehatan yang digunakan melalui hidung. Lantaran barang tersebut termasuk benda yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam Lapas, maka sebuah inhaler diamankan.

“Saat dicium-cium baunya masih normal seperti inhaler pada umumnya. Tetapi begitu barang tersebut dipatahkan, di dalamnya terdapat paket sabu seberat 1,76 gram,” ungkap Kepala Lapas Klas II B Tegal, Sambiyono didampingi Kepala KPLP, Bambang Saptopo, Kamis (27/3) siang.

Atas temuan itu, Sambiyono kemudian melaporkan kepada pihak berwajib dan menyerahkan kasus tersebut untuk ditindaklanjuti. Diketahui, paket berisi makanan dan sabu-sabu itu ditujukan kepada narapidana kasus narkoba bernama Irawan Yapto.

Diakui dia, kasus tersebut merupakan temuan baru di Lapas Kelas II B Kota Tegal, karena belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan menggandeng Polres Tegal Kota dalam hal pemeriksaan barang yang akan masuk ke dalam Lapas.

“Saya sudah berbincang-bincang dengan Ibu Kapolres untuk bisa mengerahkan anjing pelacak. Jadi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu bisa disiagakan K9 di pintu masuk,” pungkasnya.

Sementara itu, narapidana pemesan sabu-sabu, Irawan kini mendekam di Ruang Tahanan Mapolres Tegal Kota untuk kembali mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan pengirim paket, hingga kini masih ditelusuri pihak Kepolisian.

“Siapa pengirimnya, petugas Kepolisian masih menyelidiki. Semoga dalam waktu dekat bisa segera terungkap,” tandas Sambiyono. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA