Take a fresh look at your lifestyle.

‘Ladis Song Malam’ Sakila Kerti Diundang Pameran 20 Top Layanan Inovasi Publik di Kalimantan

136

TEGAL-Dr. Yusqon, inovator pendidikan di Kota Tegal kembali sukses mengantarkan Sekolah Terminal Sakila Kerti dan Pemkot Tegal untuk tampil di ajang nasional.

Kali ini, lewat inovasi layanan publiknya, ‘Ladis Song Malam’ yang diterapkan di sekolah terminal diundang untuk mengikuti Pameran Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 bersama 19 inovasi terbaik se-Indonesia.

Acara  digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) pada Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Tahun 2019,  di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan  19-21 September mendatang.

Dalam pameran yang digelar di Kawasan Kantor Pemprov Kalimantan Selatan itu rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Yusqon menjelaskan, Sekolah Terminal Sakila Kerti sebelumnya di anggap sukses mengimplementasikan program dan strategi pengelolaan melalui Ladis Song Malam yang meraih banyak penghargaan tingkat nasional.

Ladis Song Malam merupakan singkatan dari  “Pelayanan Dengan Inovasi Simultan Untuk Pengasong Dan Masyarakat Lansia Terminal”. Program ini diterapkan di Terminal Tipe A Kota Tegal sebagai sarana kejar paket pendidikan bagi para pengasong maupun awak bus.

Yusqon menambahkan, sebelumnya di tahun 2018 Ladis Song Malam berhasil meraih Penghargaan Top 99 Inovasi Layanan Publik tahun 2018 dari KemenPANRB.

Program inovasi memfokuskan pada pemberantasan buta aksara serta pelatihan kewirausahaan bagi warga terminal. Sukses masuk dalam Top 99 setelah bersaing dengan lebih dari 2000 inovasi layanan publik yang diajukan dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Penganugerahan penghargaan tersebut secara langsung diberikan oleh Menteri PANRB Syafruddin kepada Asisten Bidang Administrasi Umum Subagyo yang mewakili Wali Kota Tegal waktu itu, HM Nursholeh di Sangri La Hotel Surabaya, Rabu 19 September 2018.

Inovasi Ladis Song Malam menurut Yusqon memang merupakan bentuk perhatian long life education bagi lansia demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

“Orang orang seperti warga terminal memang sudah semestinya harus mendapat perhatian dari pemerintah khsusnya di bidang pendidikan utamaya penuntasan buta aksara,” pungkasnya. (Setyadi/Red4)

BERITA LAINNYA