Take a fresh look at your lifestyle.

Kritis, Warga Bangun Tanggul Darurat di Sungai Cisanggarung

74

BREBES – Tanggul Sungai Cisanggarung di Desa Pekauman, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, kini kondisinya kritis. Keadaan itu membuat warga khawatir karena tanggul rawan jebol saat debit air meningkat. Sebagai antisipasi tanggul jebol, kemarin, ratusan warga bergotong royong membangun tanggul darurat di titik yang kritis dan rawan jebol.

Aksi kerja bakti tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, TNI, Polri, Pemuda Pancasila, Banser, dan relawan. Bahkan, Wakil Bupati Brebes, Narjo ikut ambil bagian dalam kerja bakti untuk memperkuat tanggul yang sudah dibangun sejak 36 tahun lalu.

“Kondisi tanggulnya memang sudah rapuh. Jika hanya penanganan darurat seperti sekarang ini, belum aman bagi masyarakat. Jalan terbaik harus di rehab,” ujar Wakil Bupati Brebes, Narjo di sela-sela kegiatannya.

Dia mengatakan, masyarakat di Kecamatan Losari masih trauma dengan banjir yang pernah terjadi tahun 2018 lalu. Saat itu tanggul Sungai Cisanggarung jebol akibat debit air meningkat. Solusinya, pihak terkait harus sigap dalam mengatasi permasalahan tanggul tersebut. “Saya dan atas nama pemerintah daerah memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat ini, yang bersama-sama memperbaiki tanggul ini,” tandasnya.

Terkait perbaikan permanen tanggul, sambung Narjo, Pemkab Brebes segera berkordinasi dengan seluruh pihak terkait. Terutama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan tanggul kritis. “Kami akan berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk – Cisanggarung untuk perbaikan permanen tanggul ini, ” sambungnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Pekauman, Warno mengatakan, semula tanggul memiliki ketebalan sekitar dua meter. Namun karena debit air selalu tinggi dan arusnya deras, maka tanggul terus terkikis. Saat ini ketebalan tanggul hanya menyisakan satu meter. Sehingga, membuat warganya sangat resah dan berinisiatif melakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat.

“Kerja bakti ini membuat tanggul darurat dengan cara menumpukan karung berisi tanah, yang dipasang di tanggul yang kondisinya sangat parah. Kami bersama warga meminta pihak terkait dapat secepatnya mengatasi permasalahan tanggul di desanya,” pungkas dia. (*)

BERITA LAINNYA