Take a fresh look at your lifestyle.

KPw BI Tegal Serahkan Bantuan APD Baju Hazmat dan Masker  

141

SLAWI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis guna mendukung percepatan penanganan kesehatan pandemi Covid-19.

Bantuan diserahkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy kepada Gugus Tugas Percepatan Penangananan  Covid-19 yang diterima oleh Bupati Tegal Umi Azizah di Rumah Dinas Bupati Tegal, Jumat (24/4).

Secara rinci bantuan yang diberikan berupa 60 baju hazmat dan 4.000 lembar masker mikro bakterial yang dapat dicuci.

Bantuan tersebut bagian dari program “Dedikasi Untuk Negeri” BI,  yang merupakan aksi kepedulian sosial BI kepada masyarakat, khususnya saat ini dalam mendukung pemerintah mengatasi pandemi Covid-19

Taufik mengatakan, baju hazmat merupakan salah satu APD yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Untuk itu,baju hazmat yang diberikan terbuat dari bahan yang sangat baik dan diproses dengan standar yang tinggi sehingga diharapkan benar-benar bermanfaat bagi tenaga medis yang menerima. Baju hazmat ini, juga dapat dicuci dan digunakan beberapa kali.

“Selain memberikan bantuan baju hazmat danmasker, BI Tegal juga berencana  memberi bantuan dalam bentuk lain. “Ternyata  ada permintaan bantuan berupa sembako,”sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik menyebutkan, pandemi Covid-19 ini  berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk perekonomian daerah.

“Tidak terlalu banyak berdampak pada inflasi. Tapi, yang lebih mengkhawatirkan adalah pada pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, ruang gerak orang terbatas, sehingga pergerakan ekonomi, transaksionalnya jadi  terbatas. Yang sudah kelihatan, yang berjualan sudah berkurang, restoran-restoran sebagian sudah tutup,”sebutnya.

Selain disebabkan ruang gerak orang terbatas, berkurangnya transaksional juga disebabkan oleh berkurangnya penghasilan masyarakat.  Untuk itu BI mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan mendorong transaksi non tunai.

“Yang perlu didorong untuk transaksi non tunai ini pasar tradisional, supaya pedagang tetap bergairah. Orang tidak takut keluar rumah, sudah ada foto barang dan kontak pedagang, bisa belanja online di pasar tradisional,”sebutnya.

Turut mendampingi Taufik Amrozy pada penyerahan bantuan Asisten Manajer Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Tegal Enggar Estiko dan Asisten Manager Unit Pengembangan Ekonomi Fungsi Komunikasi  KPw BI Tegal Tulus.

Dalam kesempatan tersebut, Umi Azizah menyampaikan pentingnya masyarakat untuk senantiasa menjalalankan  protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah. Diantaranya memakai masker, melakukan social distancing dan physical distancing, sering mencuci tangan menggunakan sabun.

Umi menyebutkan, masih banyak masyarakat yang menyepelekan imbauan pemerintah agar memakai masker. “Sudah kami bagikan masker, tapi banyak yang tidak mau memakai,”sebutnya.

Terkait bantuan bagi warga terdampak Covid -19, Umi menyebutkan, Pemkab Tegal telah menyakurkan bantuan sembako berupa beras sebanyak 20 kilogram per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran telah dilakukan mulai Kamis (23/4). Untuk 18 kecamatan, terdapat 69.667 KPM yang mendapat bantuan beras 20 kg senilai Rp 200.000. (Sari/Red 06)

 

 

BERITA LAINNYA