Take a fresh look at your lifestyle.

KPM Bansos Sembako di Brebes Kaget, Saldo di Kartu E-Warung Mendadak Nol

109

BREBES, smpantura.com – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) sembako Program Bantuan Non Tunai (BPNT), di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kaget lantaran saldo bantuan di kartu E-Warung mendadak nol rupiah, Sabtu (17/4). Saldo di kartu bantuan yang semula terisi untuk alokasi 4 bulan, tiba-tiba kosong. Akibatnya, hingga kini mereka belum bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, lebih dari 50 KPM di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Brebes, yang saldonya mendadak hilang tersebut. Mereka merupakan PKM dari BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH). Bahkan, tidak hanya saldo untuk bansos sembako BPNT, tetapi saldo bantuan tunai PKH yang ada di kartu tersebut juga ikut hilang atau nol rupiah.

Salah seorang KPM, Rojin (42) menuturkan, kejadian itu berawal saat salah satu agen meminta kartu bantuan yang dipegang KPM dikumpulkan. Alasannya, agen itu akan membantu proses kartu bantuan yang masih terkunci, agar bisa segera dicairkan. Setelah beberapa kartu dikumpulkan di agen, pada 16 April 2021 sekitar pukul 09.00, para KPM mengecek saldo di agen tersebut. Saat dicek menggunakan mesin ADC, diketahui saldo di kartu Rp 800.000 untuk bansos sembako, dan Rp 225.000 untuk bantuan tunai PKH. Setelahnya kartu dikembalikan ke masing-masing KPM.

“Pas siang harinya, istri saya mau mencairkan bantuan sembako di agen yang lain, saat saldo dicek ternyata sudah nol rupiah semua. Termasuk saldo bantuan tunai senilai Rp 225.000. Kami kaget dan bingung, kok bisa saldonya kosong. Padahal jelas-jelas saat dicek ada. Kami juga belum menerima sembako bantuan,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi itu ternyata bukan hanya dialami dirinya, tetapi sejumlah KPM di desanya yang mengumpulkan kartu di agen juga sama, saldonya nol. Atas kejadian itu, pihaknya dan beberapa KPM melaporkan ke petugas pendamping program. “Tadi kami sudah laporkan ke petugas pendamping program, baik BPNT maupun PKH. Mereka sekarang sedang menindaklanjuti, dan kami oleh agen dijanjikan akan menerima barang sembako besok,” sambungnya.

Hal senada diutarakan Tironah (55), KPM lainnya. Dia menuturkan, saldo kartu bantuan sembako juga mendadak kosong. Padahal saat dicek saldonya ada dan pihaknya juga menerima slip pengecekan saldo. “Awalnya ada saldonya, Rp 800.000 dan Rp 225.000. Eh pas mau dicairkan ternyata dicek lagi saldonya sudah nol,” tuturnya.

Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bulakamba, Wahyu saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya memang mendapatkan laporan dari KPM terkait saldo kartu yang mendadak nol tersebut. Atas laporan itu, pihaknya melakukan kroscek ke agen yang bersangkutan. Hasilnya, agen mengakui telah menggesek kartu bantuan KPM tersebut. Selain menggesek untuk mengecek saldo, agen juga mengakui menggesek untuk mencairkan bantuan tanpa sepengetahuan KPM. Akibatnya, saat KPM akan mencairkan bantuan di agen lain, saldonya sudah nol rupiah.

“Jadi dari hasil kroscek kami di agen yang mengumpulkan kartu bantuan, mengakui telah menggesek kartu untuk cek saldo sekaligus pencairan. Sementara, KPM belum menerima sembako bantuannya. Atas kasus ini, kami sudah melaporkan ke Dinas Sosial Pemkab Brebes untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap KPM yang saldonya mendadak hilang tersebut. “Untuk jumlah KPM yang saldonya hilang, kami masih mendata,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA