Take a fresh look at your lifestyle.

Kostum Berbahan Barang Bekas Warnai Karnaval di Kalijurang

146

BUMIAYU– Karnaval menjadi salah satu momen perayaan HUT ke 74 RI yang paling dinantikan masyarakat. Seperti di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Brebes, kemarin, masyarakat antusias menyaksikan atraksi, hiasan dan kostum-kostum menarik yang dikenakan peserta pawai 17 Agustusan itu.

Dari sekian banyak kostum yang ditampilkan, ada beberapa yang mencuri perhatian. Salah satunya seperti yang ditampilkan GHESTUR (Glempang Humanity Education Society Unity and Religion), sebuah organisasi kepemudaan dari Dukuh Glempang.

Mereka menampilkan kreativitas berupa kostum dan busana berbahan barang bekas atau limbah sampah. Diantaranya busana dari yang terbuat dari plastik, sedotan tutup botol dan serabut kelapa. Lalu ada juga pemanfaatan pohon (debog) pisang untuk kreasi kostum garuda.

Ketua GHESTUR Ahmad Subhan mengatakan, ide pemanfaatan limbah sampah menjadi busana dan kostum merupakan bagian dari kampanye program kerja organisasinya yaitu Bank Sampah.”Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa dengan sedikit keterampilan, sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai seni. Dalam bentuk lain, sampah organik juga bisa dibuat menjadi pupuk atau lainnya,” kata Ahmad Subhan.

Kades Kalijurang Edi Riyanto mengapresiasi partisipasi warga meramaikan karnaval dengan aneka kreatifitas yang positif, salah satunya pemanfaatan limbah sampah menjadi kostum. Artinya, lanjut kades, sampah tidak hanya bisa menjadi kompos penyubur tanaman, tetapi juga bisa didaur ulang untuk kreasi dan seni.”GHESTUR mampu menginovasi dan mendaur ulang sampah menjadi hal-hal yang berguna,” katanya.

Menurut kades, ide pembuatan kostum dari limbah sampah diharapkan bisa memacu kreativitas warga lainnya.”Tidak saja soal penanganan sampah, tetapi juga kreatif menggali potensi yang dimiliki menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata kades.(Teguh Tribowo/ Red38)

BERITA LAINNYA