Take a fresh look at your lifestyle.

Kosong Tujuh Tahun, Jabatan Sekda Kota Tegal Akhirnya Terisi

180

TEGAL – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal resmi terisi, setelah sempat dijabat sejumlah Pelaksana Tugas (Plt) selama kurang lebih tujuh tahun. Posisi tersebut diisi Dr Drs Johardi, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat.

Lolos dalam proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dengan lima peserta lainnya, Johardi secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota, Rabu (5/2) siang.

Nampak hadir dalam pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setempat, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Mengawali sambutan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengucapkan selamat kepada Sekda yang baru dilantik. Dedy menyampaiakan syukur, setelah sekitar tujuh setengah tahun Pemkot Tegal belum memiliki sekda definitif, dan saat ini posisi tersebut telah terpenuhi.

Dedy berpesan, Johardi diharapkan bisa menjadi motor penggerak Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kota Tegal dan menjaga kekompakan ASN di lingkungan Pemkot Tegal, yang saat ini menurutnya telah terjaga dan berjalan dengan baik.

“Ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Saya harap nantinya kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota bisa dibantu dengan adanya Sekda yang baru. Kita akan menjadi tiga serangkai yang saling melengkapi,” ujarnya.

Ihwal banyaknya jabatan yang masih kosong, Dedy berharap dengan adanya Sekda definitif ini, di bawah kepemimpinan Dedy-Jumadi kursi-kusri jabatan yang masih kosong akan segera terisi. Dimulai dari pejabat eselon IV hingga eselon II.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap mendorong Pemkot Tegal untuk selalu menciptakan birokrasi yang baik, jujur dan bersih. Pemerintah Provinsi akan memberikan formula-formula, mulai dari pengelolaan APBD yang transparan, elektronifikasi pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar meminta Pemkot Tegal bisa membuat skala prioritas. Sebab, dengan peta wilayah yang relatif kecil, yakni empat kecamatan dan dua puluh tujuh kelurahan, itu termasuk kota yang sangat manageable.

“Kita (Provinsi) dan di sana (Pemerintah Pusat-red) akan mendorong tercapainya skala prioritas yang ditetapkan oleh Pemkot Tegal,” tegasnya. (haikal-red2)

BERITA LAINNYA