Take a fresh look at your lifestyle.

Korban Puting Beliung Dapat Bantuan dari PMI dan Pemkot Tegal

109

TEGAL – Sebanyak 178 unit rumah rusak yang terdampak puting beliung mendapat bantuan perbaikan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemerintah Kota Tegal, Minggu (28/2) siang. Sementara, para penghuninya, mendapat bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan hingga obat-obatan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Pusat, Sudirman Said, kepada perwakilan warga di Posko Relawan, Masjid Al Furqon, Kelurahan Margadana.

Camat Margadana, Cipto Darsono menyebut, puting beliung yang terjadi pada Jumat (26/2) dini hari di dua kelurahan, menyebabkan 178 rumah mengalami rusak sedang hingga berat.

“Di Kelurahan Kalinyamat Kulon terdapat 49 rumah dan tujuh pohon tumbang. Sementara di Kelurahan Margadana, ada 129 rumah yang rusak. Saat ini, hampir sebagian rumah masih diperbaiki tim gabungan,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengemukakan, dari 178 rumah yang mengalami kerusakan, terdapat kurang lebih 800 orang yang terdampak. Untuk itu, bersama PMI pihaknya akan mengupayakan perbaikan. Baik untuk kondisi fisik rumah maupun bantuan kesehatan hingga sembako.

“178 rumah nanti kita perbaiki. Genting yang rusak kita ganti, tembok yang retak-retak kita tutup. Segala kondisi kesehatan masyarakat dicek satu per satu. Ketika ada yang membutuhkan pertolongan segera dievakuasi,” ujar Dedy.

Dengan adanya bantuan dari PMI dan Pemerintah, Dedy berharap dapat sedikit membantu dan bermanfaat untuk masyarakat. Dia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Sekretaris Jenderal PMI Pusat, Sudirman Said menambahkan, PMI hadir untuk berkolaborasi bersama Pemerintah memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui beberapa program yang ada, PMI memiliki fungsi dua tangan.

“Tangan di bawah, PMI menerima banyak bantuan dari masyarakat melalui bulan dama PMI dan lainnya. Sedang tangan di atas, kita menyalurkan kembali bantuan untuk para korban yang membutuhkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga merasa senang lantaran seluruh peserta penerima bantuan dan masyarakat setempat tertib menerapkan 3M. Dia berharap, kebiasaan baik itu menjadi budaya baru di masa pandemi.

Dengan begitu, dirinya optimis pandemi akan bisa diakhiri. Selain menerapkan budaya 3M, terdapat pula proses vaksinasi dan penyaluran donor darah konvalesen.

“Bukan tidak mungkin, ketika ketiga hal itu dilakukan bersama maka penanganan Covid-19 akan lebih cepat,” tutupnya. (*)

BERITA LAINNYA