Take a fresh look at your lifestyle.

Koperasi Didorong Kembangkan Usaha Ritel dan Kuasai Teknologi

73

SLAWI – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal menggelar pelatihan peningkatan dan pengembangan jaringan usaha ritel koperasi dengan dunia usaha berbasis ilmu teknologi (IT) guna peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, Kamis (18/3).

Pelatihan diadakan di Aula Gedung PMI Kabupaten Tegal diikuti perwakilan 40 koperasi yang memiliki usaha ritel.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti mengatakan, kemajuan teknologi di koperasi perlu dibarengi dengan pengembangan usaha koperasi.

“Salah satu program utama pemerintah adalah untuk memprioritaskan pengembangan usaha koperasi di sektor riil seperti usaha produksi, jasa, atau usaha ritel koperasi,”terang Suspriyanti.

Disamping itu, lanjut Suspriyanti, di saat kemajuan teknologi begitu pesat, koperasi harus jeli melakukan inovasi-inovasi digital dan memiliki sumber daya handal yang menguasai IT sehingga tidak tertinggal jaman. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun ini mendorong fungsi kemajuan teknologi di segala bidang berkembang dengan cepat dan pesat.

Pelaksanaan RAT di era pandemi dipaksa untuk dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan peran teknologi. Demikian pula pada kegiatan transaksi /jual beli. Apalagi pada sektor bisnis dan usaha menjamur bisnis online.

Dalam pelatihan itu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM mempertemukan para penyedia barang-barang kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya dengan para pelaku koperasi agar dapat membuka jaringan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi dan kebutuhan masyarakat pada umumnya dengan harga murah sehingga koperasi diharapkan mampu bersaing dengan toko grosir. Diantaranya menghadirkan Bulog dan PT AHA anak perusahaan SGT Group. Sementara untuk pelatihan IT menghadirkan tim IT Dinas Kominfo.

Melalui pertemuan tersebut koperasi dapat memperoleh informasi detail produk dari jenis produk, kuantitas , kualitas dan harga langsung dari distributor besar.

Dari pelatihan tersebut, koperasi diharapkan dapat menjadi mitra distributor sebagai penjual produk kebutuhan pokok anggota dengan harga murah, koperasi dapat memperoleh harga terbaik, karena langsung dari distributor besar, diharapkan koperasi bisa menjual produk kepada anggota seperti harga toko grosir.

Suspriyanti jugamengharapkan koperasi yang menguasai teknologi, melakukan penjualan secara online kepada anggota , terlebih mampu memberikan layanan pesan antar yang memudahkan anggota melakukan transaksi dengan koperasi dimanapun dan kapanpun.

“Diharapkan masyarakat mulai tertarik untuk berbelanja di koperasi karena harga murah,”ungkapnya.

Imbas lainnya, dengan semakin pesatnya ritel koperasi, akan meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) anggota koperasi itu sendiri.

Disisi lain, dengan semakin pesatnya perkembangan koperasi, maka akan mampu melayani kebutuhan pokok anggota dan masyarakat sekitar, dan diharapkan koperasi dapat membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Erlin Trisnawati menambahkan, di Kabupaten Tegal terdapat 439 koperasi. Dari jumlah tersebut, 147 koperasi yang memiliki usaha ritel terdiri atas 26 koperasi khusus ritel dan 121 koperasi ritel dan simpan pinjam.

“Ini merupakan pangsa pasar potensil bagi distributor. Selain itu, bilamana koperasi dapat menjual kebutuhan pokok dengan harga murah pada anggota dan masyarakat sekitar, koperasi turut membantu Bulog dalam upaya menstabilkan harga,”tutur Erlin.

BERITA LAINNYA