Take a fresh look at your lifestyle.

KONI Kabupaten Pekalongan Ingin Tingkatkan SDM Pelatih

185

 

KAJEN – Meski secara resmi belum dilantik, namun KONI Kabupaten Pekalongan berupaya agar prestasi olahraga di daerahnya lebih bagus. Menurut Ketua KONI terpilih, Eko Ahmadi, pada pelaksaan olahraga tingkat Jawa Tengah, daerahnya menempati rangking 28 dari 35 kota dan kabupaten. Hal ini sangat memprihatinkan sehingga salah satu program kerja yang dilakukan pengurus KONI periode 2019 – 2023 yakni ingin meningkatkan SDM pelatih di sejumlah cabag olahraga yang dinilai prestasinya masih kurang bagus.
”Walau belum dilantik namun kami sudah memiliki Surat Keputusan (SK) dari KONI Jawa Tengah sehingga dari sekarang sudah mulai menyusun beberapa program kerja,” tegas dia yang akrab disapa Gus Eko kepada Suara Merdeka, kemarin siang.
Dalam rangka merealiasikan program tersebut, langkah yang dilakukan dengan mengirimkan ke pendidikan pelatihan. Harapannya, para pelatih olahraga di Kabupaten Pekalongan semakin bagus kwalitasnya dan mendapatkan sertifikasi khusus, Dengan demikian, pada saat melatih mereka akan menerapkan materi kepada para atletnya seperti ilmu yang didapatkan di pelatihan.
Walau begitu, Gus Eko tetap memberikan apresiasi terhadap para pelatih yang selama ini telah memberikan kontribusi ke Kabupaten Pekalongan. Mereka telah bekerja keras membina para atlet sehingga dapat meraih prestasi dan membawa nama harum daerahnya. Untuk itu, dia meminta kepada 25 cabor yang ada di Kota Santri supaya sering berkoordinasi dengan KONI terkait semua kegiatan yang dijalankannya.
Selain peningkatan SDM pelatih, program kerja lainnya mengenai pembibitan atlet, khususnya dari kalangan pelajar. Program ini diterapkan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Intinya, sistem keolahragaan ini meliputi pemberdayaan dan pengembangan olahraga yang dibagi tiga kategori yakni olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.
Dalam pembinaan tersebut termasuk atlet yang masih tercatat sebagai pelajar dan sebelumnya di Kabupaten Pekalongan pernah memiliki sekolah seperti itu. Namun sekarang sudah tidak sehingga diagendakan akan membuat sekolah olahraga khusus para pelajar.
”Untuk mendirikan sekolah seperti itu memang harus kerjasama dengan pemerintah setempat, dalam hal ini instansi yang terkait dengan masalah pendidikan dan olahraga pelajar,” tegasnya.
Menurutnyam sekolah keolahragaan daerah memang sangat penting, terutama dalam mencari bibit-bibit atlet. Dengan demikian, ketika ada event olahraga di dalam maupun luar kabupaten, tidak perlu bingung mencari atlet karena sudah tersedia di sekolah tersebut. (Moch Achid Nugroho/R8 )

BERITA LAINNYA