Take a fresh look at your lifestyle.

Kondisi Kolam Renang Milik Pemkab Brebes Tak Layak

184
  • Sejumlah Bangunan Rusak, Air Berwarna Hijau

BREBES – Kondisi kolam renang Tirta Kencana milik Pemkab Brebes di kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa, kini sangat memprihatinkan. Kolam renang yang dijadikan pusat latihan atlet asal Kota Bawang itu, keadaannya sudah tidak layak dan tak memenuhi standar bagi olahraga prestasi. Selain sejumlah bangunannya rusak parah, air di kolam renang juga tak layak dipakai karena berwarna hijau.

Kondisi tersebut dikeluhkan para atlet yang berlatih. Bahkan, mereka kini enggan berlatih di kolam renang itu, karena setelah latihan kulit mengalami gatal-gatal. Pantauan di lapangan, keadaan kolam renang yang berada di sisi barat GOR tersebut nampak tidak terawat baik. Di bangunan tribun penonton, keadaannya mengalami kerusakan parah. Bagian tembok dan tempat duduk penonton mengalami retak-retak. Bahkan, di beberapa bagian lantai untuk tempat duduk penonton dari acian semen mengelupas hingga terlihat batu bata merah dan tanahnya.

Sementara, di bagian atap yang terbuat dari asbes mengamali pecah di beberapa titik. Tak hanya itu, tiang penyangga atap juga ada yang disambung dengan bambu karena patah. Sedangkan kondisi air di kolam renang sudah tidak layak, bahkan berwana hijau. Di lantai kolam renang, keramiknya juga sudah mengelupas di beberapa bagian. Di bagian toilet, keadaannya lebih parah. Selain kumuh dan kotor, pintunya juga berlubang besar serta tidak bisa dikunci.

Kondisi tribun penonton di Kolam Renang milik Pemkab Brebes rusak parah. (Foto : SMpantura.com/ Setiawan)

“Ya seperti ini kondisinya. Di kolam renang ini, atlet kami berlatih. Mau bagaimana lagi, sarana yang dimiliki seperti ini. Padahal, kami kerap mendapat keluhan atlet karena setelah berlatih di sini mereka mengaku mengalami gatal-gatal. Imbasnya, atlet kami enggan kalau berlatih di sini. Sehingga, terpaksa ke tempat lain,” ungkap Dedy Yohanes Lele, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Brebes, Rabu (4/9).

Menurut dia, kondisi kolam renang seperti itu sudah cukup lama. Padahal selama ini renang menjadi cabang olahraga andalan Brebes dalam menyumbang mendali emas di kejuaraan resmi. Di Pekan Olahraga Provinsi Jateng (Porprov) tahun 2018 misalnya, renang menjadi cabang terbanyak dalam menyumbang mendali emas. Yakni, sebanyak 4 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Namun prestasi itu tidak sebanding dengan sarana dan prasarana latihan yang disedikan Pemkab Brebes. “Kami sangat prihatin atas kondisi ini, tapi mau gimana lagi. Upaya kami bersama KONI Brebes untuk mengajukan anggaran perbaikan sudah dilakukan, tetapi tak kunjung terealisasi. Kami sangat berharap pemerintah daerah peduli atas kondisi kolam renang ini sebagai pusat latihan atlet Brebes,” ujarnya.

Ketua KONI Brebes Ahmad Zaeni melalui Ketua Bidang Sarana dan Prasarana, Abdul Aris Hada As’saad mengaku, sangat prihatin atas kondisi kolam renang milik Pemkab tersebut. “Ini jelas sudah tidak layak sebagai sarana latihan atlet. Lihat saja, bangunan di sana-sini rusak parah. Air kolam ini, lihat warnanya hijau,” tandasnya disela-sela monitoring di Kolam Renang Tirta Kencana Brebes, Rabu (4/9).

Atas kondisi itu, kata dia, pihaknya mendesak Pemkab Brebes untuk segera mengalokasikan anggaran bagi perbaikan kolam renang yang selama ini menjadi pusat latihan. Pihaknya akan segera berkordinasi agar anggaran perbaikan dialokasikan, paling tidak di tahun 2020. Hal itu mendesak dilakukan menginggat kolam renang itu digunakan untuk pembinaan atlet berpretasi. Tak hanya itu, sekolah-sekolah di Brebes juga banyak yang menggunakan kolam renang untuk melatih para siswanya. “Kami akan upayakan bagaimana caranya Pemkab harus menganggarkan dana perbaikan kolam renang ini di tahun 2020 nanti, minimal agar bisa berstandar nasional. Ingat, renang menjadi cabang andalan Brebes dan penyumbang medali terbanyak di ajang setiap kejuaraan resmi,” pungkasnya.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA