Take a fresh look at your lifestyle.

Kondisi Infrastruktur Kabupaten Tegal Terburuk ke-5 se-Jateng

91

SLAWI,smpantura.com – Kabupaten Tegal menduduki rangking ke-31 atau terburuk ke-5 untuk kondisi infrastruktur se-Jateng. Walaupun dalam masa Pandemi Covid-19, namun tidak ada alasan untuk menekan anggaran belanja khusus anggaran infrastruktur di bawah 10 persen dari APBD Kabupaten Tegal tahun 2020.

Hal itu terungkap saat Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tegal menyampaikan Pandangan Umum atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Tegal tahun 2020 yang dibacakan oleh Anggota Fraksi Gerindra, Habib Hamid dalam Paripurna DPRD Kabupaten Tegal, Kamis (1/7). Dalam pandangan umum itu, anggaran infrastruktur dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2020 sekitar Rp 181 miliar atau kurang dari 10 persen dari total APBD sebesar Rp 2,7 trilyun.

“Maka rangking kondisi infrastruktur Kabupaten Tegal berada di urutan 31 dari 35 kabupaten/ kota di Jateng,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, Pemerintah Pusat berharap anggaran infrastruktur antara 30-45 persen dari total APBD. Sementara itu, transfer bagi hasil pendapatan ke desa yang dianggarkan sekitar Rp 19 miliar, tapi yang terealisasi Rp 10 miliar atau sekitar 53 persen. Termasuk bagi hasil ke desa berupa bagi hasil pajak yang dianggarkan sekitar Rp 15 miliar dan terealisasi Rp 8,6 miliar atau sekitar 57 persen. Parahnya lagi, transfer bagi hasil ke desa berupa bagi hasil retribusi yang dianggarkan sekitar Rp 4 miliar tapi hanya terealisasi Rp 1,5 miliar atau sekitar 38 persen.

“Pembagian Bansos yang dilakukan Pemda kepada masyarakat terdampak Covid-19 tidak merata. Bansos cenderung dibagikan kepada orang yang mampu,” ujarnya.

Ditambahkan, pemerintah diminta lebih waspada dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 pada tahun ini. Tujuannya agar tidak ikut mempengaruhi capaian pendapatan daerah secara siginifikan.

“Pemerintah daerah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, kinerja aparatur serta dalam penataan infrastruktur dan berlaku transparan dalam pengelolaan keuangan,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA