Take a fresh look at your lifestyle.

Komunitas Ndasmumet Brebes Aksi Peduli Isoman Warga Miskin

- Buka Posko Donasi dan Salurkan Sembako

69

BREBES, smpantura.com – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Ndasmumet Kabupaten Brebes menggelar aksi sosial membantu bahan makanan bagi para warga miskin terpapar Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman), kemarin. Mereka juga membuka posko donasi bagi masyarakat yang ingin berbagi terhadap sesama yang tengah terpapar Covid-19.

Koordinator Aksi Sosial Komunitas Ndasmumet, Darisman menuturkan, aksi sosial terhadap warga miskin yang terpapar Covid-19 itu, tercetus berawal dari dua anggota komunitas yang harus menjalani isoman. Atas keprihatinan itu, para anggota komunitas berinisiatif untuk membuka posko donasi dan membantu dengan menyalurkan paket sembako kepada warga miskin di isoman karena terpapar Covid-19 tersebut. Dimana mereka tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa diam di rumah. Imbasnya, mereka tidak bisa memperoleh penghasilan. Padahal mereka baru bisa dapat uang kalau bekerja di luar rumah.

“Dari keprihatinan ini, kami tergerak dengan aksi sosial melalui bantuan sembako ini. Bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, vitamin dan buah-buahan sudah kami salurkan ke beberapa warga sasaran,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, aksi sosial itu sudah mulai dilaksanakan sejak 13 Juli kemarin. Bantuan yang disalurkan itu berasal dari donasi yang berhasil dikumpulkan. Sejumlah donatur telah memberikan bantuan yang diserahkan ke posko. Tidak hanya uang tunai, sejumlah donatur juga ada yang membantu telur ayam, beras, vitamin hingga buah-buahan. “Kami membuka posko donasi di Kompleks Pasar Buah Brebes. Semua bentuk bantuan kami terima. Artinya, tidak hanya uang, tapi kami juga menerima bantuan berupa bahan makanan sesuai yang dibutuhkan warga sasaran,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, melalui aksi sosial itu diharapkan dapat meringankan beban warga miskin yang tengah melaksanakan isoman akibat terpapar Covid-19. Di sisi lain, dengan adanya bantuan bahan makanan itu, mereka yang di Isoman juga akan patuh. Itu karena mereka tidak kebingungan soal kebutuhan makannya. Sehingga, selain cepat sembuh, juga bisa meminimalisir tingkat penyebaran. “Kami harapkan, melalui aksi sosial ini dapat meringankan warga miskin terpapar Covid-19 yang melaksanakan isoman. Mereka juga tenang dalam melaksanakan Isoman dan bisa cepat sembuh,” sambungnya.

Sementara salah seorang anggota Komunitas Ndasmumet yang sempat melaksanakan Isoman, Handayani Rien mengaku, sangat berat melaksanakan isolasi mandiri di rumah, seperti harapan itu tipis untuk kembali normal. Namun dengan keyakinan dan berdoa memohon semua bisa dilalui dengan prihatin dan kesabaran, serta usaha keras untuk sehat kembali terlalui. Disisi lain, dukungan moril keluarga dan teman-teman sangat dibutuhkan.

“Alhamdulilah, sekarang saya sudah sembuh dan bisa beraktifitas kembali. Saat pertama terpapar, semua terasa lemas, pandangan kosong, tenggorokan gatal, pernafasan sesak, batuk batuk, penciuman hilang aroma, dan pengecapan hilang rasa. Yang lebih parah, saya merasa terkucilkan sendiri. Beban psikologinya sangat berat.” tuturnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA