Take a fresh look at your lifestyle.

Komisi II Minta Rehab Pasar Martoloyo Dikebut

35

TEGAL, smpantura.com – Proses rehab Pasar Martoloyo yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal, saat ini baru mencapai beberapa persen. Karenanya, pengerjaannya diminta dikebut, sehingga dapat selesai sebelum datang musim hujan.

Permintaan itu diutarakan Komisi II DPRD Kota Tegal saat melakukan tinjauan beberapa waktu lalu. Diketahui, proyek rehab yang menggunakan sumber dana Bantuan Gubernur itu baru terlaksana lima persen.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, H Anshori Faqih mengatakan, dari hasil tinjauan yang dilakukan pada Jumat (18/6) lalu, pembangunan baru berjalan sekitar lima persen. Karenanya, dia meminta agar proses pembangunan bisa dipercepat.

“Kami minta kebut pengerjaannya, sehingga para pedagang yang saat ini direlokasi bisa kembali ke lokasi semula,” ungkap Anshori Faqih.

Politis PKB itu berharap, pembangunan proyek senilai Rp 3,9 miliar bisa diselesaikan sebelum Oktober mendatang. Sebab, pada bulan itu, biasanya hujan sudah mulai turun. Pihaknya khawatir kondisi tempat relokasi saat ini akan menjadi tidak nyaman lantaran becek.

“Oktober sudah masuk musim penghujan. Kalau belum selesai, khawatirnya tempat relokasi tergenang air atau becek sehingga mengurangi kenyamanan,” jelasnya.

Protokol kesehatan
Selain itu, dirinya juga berpesan agar keamanan pasar dapat lebih ditingkatkan kembali. Sehingga, baik pengunjung maupun pedagang merasa aman.

“Kita juga berharap protokol kesehatan tetap diterapkan. Mengingat, pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Dari tinjauan kemarin masih banyak kami lihat pedagang maupun pengunjung yang abai prokes, utamanya tidak memakai masker,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 300 los di Pasar Martoloyo direhab total oleh rekanan, lantaran kondisinya sudah kurang layak digunakan dan berumur.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Tegal, Joko Sukur menerangkan, pasar tersebut direhab, setelah pihaknya mengajukan bantuan gubernur sejak 2017 lalu. Sempat terkendala pandemi, rehab akhirnya bisa terealisasi pada 2021.

“Lelang dimulai November dan berkahir pada 11 Desember 2020 dengan nilai proyek sekitar Rp 3,9 Miliar melalui Bantuan Gubernur. Sesuai target, pekerjaan akan rampung pada September 2021,” tutup Joko. (T03-red)

BERITA LAINNYA