Take a fresh look at your lifestyle.

Komisi II Dorong PG Pangkah Beroperasi Kembali

98

SLAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Tegal mendorong PG Pangkah untuk beroperasi kembali, setelah setahun silam tutup beroperasi. Komisi II juga akan membantu PG Pangkah untuk menjembatani PG Pangkah dengan Pemkab Tegal dalam penyediaan lahan tebu.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Ade Krisna Mulyawan, Senin (23/11) mengatakan, PG Pangkah sudah dua musim giling ini berhenti beroperasi, sehingga karyawan pabrik gula yang tergabung dalam serikat buruh mengadu pada lembaga DPRD Kabupaten Tegal. “Kami sudah melakukan kunjungan ke Direksi PTPN IX. Dimana jajaran direksi mengaku terkendala modal biaya dan bahan tebu yang berkurang,” katanya.

Dari hasil kunjungan tersebut, lanjut dia, Komisi II akan memfasilitasi pertemuan dengan Pemkab Tegal. Mengingat PG Pangkah saat musim giling memiliki karyawan kurang lebih 2.000. Komisi II akan mendorong Pemkab Tegal bisa bekerjasama dengan PG Pangkah dalam penyediaan lahan. PG Pangkah berharap tanah bengkok untuk di tanami tebu dengan sistem bagi hasil. Namun demikian, PG Pangkah juga diminta untuk bisa menjaga rendemen agar stabil.

“Kami akan bantu agar PG Pangkah bisa memaksimalkan tanah bengkok dan menjaga rendemennya. Kami akan tetap suport agar PG Pangkah dapat giling kembali,” harapnya.

Menurut Ade, PG Pangkah memiliki nilai histori dan ikon Kabupaten Tegal dengan karyawan yang begitu banyak. Bahkan perekonomian masyarakat sekitar terdongkrak dengan beroperasinya PG Pangkah. Mulai dari pemilik truk, buruh tebang hingga warga sekitar yang berjualan juga merasakan hasilnya. Oleh karenanya, dalam waktu dekat Komisi II DPRD Kabupaten Tegal akan mendatangi Komisi VI DPR RI Jakarta untuk menyampaikan keluhan karyawan dan masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan Komisi VI DPR RI bisa mencarikan solusi yang terbaik,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA