Take a fresh look at your lifestyle.

Komisi D Dorong Pemkab Selesaikan Program Pembangunan

120

BATANG – Komisi D DPRD Kabupaten Batang mendorong pemerintah daerah agar menyelesaikan program pembangunan infastruktur yang pada 2020 sempat mengalami penundaan lantaran terkena refokusing anggaran akibat terjadinya masa pandemi wabah covid 19. Dorongan itu disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Fathurrohman, Kamis (16/07/2020).

“Pemerintah Kabupaten Batang harus memprioritaskan sejumlah pembangunan infastruktur baik berupa peningkatan kualtias jalan, draenase dan lainnya, sebab beberapa program pembangunan infastruktur sempat mengalami penundaan akibat imbas refokusing anggaran lantaran adanya wabah covid 19 atau corona. Dalam perubahan anggaran tahun 2020, sejumlah pembangunan infastruktur harus dilanjutkan, apabila tidak memungkinkan bisa di tahun anggaran 2021,” tandasnya.

Menurutnya, secara fungsi program bangunan infastruktur sudah ditunggu-tunggu masyarakat, seperti penyelesaiaan proyek fisik draenase di Jalan Wahidin, Kabupaten Batang, peningkatan kualitas jalan di Jalan Perintis Kemerdekaan, perbaikkan di Jalan Raya Rima Bakti. Program tersebut, kata dia, memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyayangkan kebijakan Pemkab Batang yang tetap melanjutkan program pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Indoor meski pada masa pandemi Covid-19. Padahal, kata dia, secara nilai kemanfaatannya lebih penting pembangunan infastruktur berupa jalan, draenase atau lainnya. “Membangun gedung bisa dilaksanakan di tahun berikutnya, mestinya Pemkab Batang memprioritaskan pembangunan yang memiliki nilai manfaat yang lebih penting terlebih dulu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Batang pada 2020 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Batang telah memprogramkan program perbaikkan Jalan Raya Rima Bakti hingga jalan Perintis Kemerdekaan, di Kabupaten Batang. Program tersebut akan dikerjakan pada tahun 2020. Adapun sumber anggarannya dari dana alokasi umum (DAK) dengan besaran Rp 6 miliar lebih. Namun lantaran terkena imbas penanganan wabah covid 19, program pembangunan tersebut ditunda.

Atas kondisi rusaknya jalan tersebut, sejumlah pengguna jalan mengeluhkanya, jalan tersebut yang merupakan jalan penghubung antara daerah Kecamatan Warungasem, ke pusat pemerintahan Kabupaten Batang. Kondisi jalan di sana rusak dan berlubang. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik ruas di jalan Rima Bakti yang berada di Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang berlubang, sehingga para pengguna jalan harus ekstra hati-hati ketika melintas di sana.

Salah satu pengguna jalan asal Desa Banjiran, Kecamatan Warungasem, M Iqon, menyampaikan, dirinya kerap melintas di sana. Kondisi jalannya, kata dia, memang rusak dan terdapat beberapa titik berlubang. “Apabila hujan terdapat genangan air di lubang jalan, sehingga ketika saya yang menggendarai sepeda motor harus hati-hati ketika melewati jalan di sana untuk berangkat dan pulang kerja,” kata dia. (gus-red16)

BERITA LAINNYA