Take a fresh look at your lifestyle.

Klaster Perkantoran Bertambah, Dua Kantor Pemkab Batang Lockdown

131

BATANG- Penyebaran Covid-19 klaster perkantoran di lingkungan Pemkab Batang terus bertambah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada empat pegawai di lingkungan Pemkab Batang positif Covid-19 setelah melakukan swab test.

Bahkan, saat ini kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Diparpora) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dilockdown. Seluruh pegawai di kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Bupati Batang Wihaji membenarkan ada penambahan kasus pagawainya terkonfirmasi Covid-19. Kondisi tersebut terjadi setelah dari hasil swab test yang dilakukan.

” Setelah dilakukan test swab, ada empat pegawai dari dua OPD yang positif Covid-19. Untuk mereka yang positif sudah langsung ditangani dan dilakukan tracking guna mencegah penyebaran lebih luas,” ujar Wihaji.

Ia juga menjelaskan, dari penambahan jumlah kasus positif yang ada, hampir sebagian besar berasal dari klaster rombongan yang melakukan reuni ke luar kota. Berdasarkan hasil tracking dan test swab, hampir semua yang ikut acara tersebut positif.

” Ada satu pegawai di lingkungan Pemkab Batang yang bukan dari klaster reuni. Dia sering bolak balik ke Yogyakarta dan memutuskan untuk melakukan swab test, dan hasilnya positif. Saat ini untuk yang positif mayoritas berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan sudah melakukan isolasi mandiri,” jelas Wihaji.

Di lingkungan Pemkab Batang sendiri saat ini ada dua OPD yang melakukan WFH, yaitu Disparpora dan BKD. Selama 14 hari, seluruh pegawainya akan bekerja dari rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain dua OPD yang melakukan WFH, saat ini Pemkab juga memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan Setda Batang. Bagi pegawai ataupun warga yang akan masuk ke komplek Setda, wajib mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Jika ada yang tidak memakai masker, maka kita instruksikan agar disuruh pulang.

” Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Batang, saat ini sudah ada Perbup yang mengatur sanksi bagi yang melanggar. Untuk sanksinya sendiri dari sosial hingga denda, dan tim gabungan sendiri secara rutin melakukan sosialisasi,” tuturnya. (Trisno Suhito-red17)

BERITA LAINNYA