Take a fresh look at your lifestyle.

KKP Nilai Persiapan Pusat Unggulan Mangrove di Brebes Sudah Matang

83

BREBES – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai, persiapan yang dilakukan Kabupaten Brebes dalam menyambut rencana pemerintah pusat membangunan Mangrove Center of Excellence atau Pusat Unggulan Mangrove di wilayahnya sudah matang. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (PRL KKP) Tb Haeru Rahayu saat mengunjungi lokasi rencana pembangunan di Desa Kaliwlingi, Brebes, Minggu (7/3).

“Seperti yang sudah disampaikan pada kunjungan sebelumnya, kedatangan kami sekarang ini untuk memastikan sudah sejauh mana rencana pembangunan Pusat Unggulan Mangrove di Brebes, dan ternyata sudah matang,” tandas Haeru, disela-sela kunjungannya itu.

Dia mengatakan, jajaran kementeriannya telah menggelar rapat bersama dengan Presiden Joko Widodo, terkait Penyemaian Mangrove berskala besar dan Pusat Unggulan Mangrove tersebut. Lokasinya telah dipilih Brebes sebagai tempat pembangunan tersebut.

“Ini kami laksanakan guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam konsep padat karya yang melibatkan peran serta masyarakat,” ungkapnya.

Program kegiatannya, lanjut dia, dikaitan dengan isu yang ada. Salah satunya, restorasi mangrove karena Indonesia juga mendapat apresiasi dari Internasional mengenai pemulihan kawasan hutan mangrove.

“Kami juga membawa rekan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk melihat seberapa luas lahan serta studi terkait rencana pembangunan yang nantinya akan dijadikan semacam kebun raya mangrove,” terangnya.

Sementara Pengiat Lingkungan Brebes, yang juga
Anggota DPRD Brebes, Mashadi mengatakan, ada dua lokasi pembangunan Pusat Unggulan Mangrove. Pertama di sekitar area Joglo Mangrove, kedua masuk lokasi wisata hutan mangrove.

“Kendala saat ini yaitu lokasi yang ada di sekitar Joglo Mangrove, karena sebagian merupakan tambak milik warga. Sedangkan luas lahan yang dibutuhkan masih kurang, baru ada sekitar 5 hektar lahan yang sudah siap,” katanya.

Inisiator wisata hutan mangrove di Pandansari itu menambahkan, terkait kebutuhan lahan itu pihaknya akan melakukan upaya persuasif kepada warga agar tanahnya bisa dijadikan pembangunan Pusat Unggulan Mangrove. “Tentunnya, kami melalui musyawarah dan pertimbangan bersama,” sambung dia.

Wakil Bupati Brebes, Narjo menegaskan, Pemkab Brebes siap dan mendukung penuh rencana pembangunan Pusat Unggulan Mangrove. Karena akan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Masyarakat akan semakin maju dan sejahtera. Semoga program ini segera direalisasikan dengan baik, sehingga Brebes bisa dikenal di mancanegara dan bisa dijadikan penelitian mangrove skala internasional,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA