Take a fresh look at your lifestyle.

Kesulitan Pupuk Bersubsidi, Petani di Brebes Tuntut Pembuatan Kartu Tani Dipermudah

105

BREBES – Para petani di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes menuntut Pemkab Brebes untuk mempermudah proses pembuatan kartu tani. Hal itu karena kartu tani menjadi salah satu dasar petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Akibat tidak memiliki kartu tani, para petani tersebut kini kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. 

Tuntutan tersebut dilontarkan para petani saat beraudiensi bersama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, kemarin, di Aula Kecamatan Larangan. Sedikitnya 40 petani mengikuti audiensi dengan penerapan protokol kesehatan tersebut.

Selain meminta pembuatan kartu tani di permudah, sedikitnya ada 6 tuntutan lain yang disampaikan petani saat audiensi. Perwakilan Petani Larangan, Baedowi mengatakan, sudah lama para petani di wilayahnya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Itu dipicu karena untuk pembelian pupuk bersubsidi diwajibkan menyertakan kartu tani. Ketika tidak mempunyai kartu tani, petani tidak bisa membelinya. Sementara sebagian besar petani di Brebes, termasuk Larangan belum mempunyai kartu tani. Imbasnya, mereka tidak bisa memperoleh pupuk bersubsidi tersebut. Padahal saat ini petani sedang membutuhkan, karena memasuki musim tanam. “Atas kondisi ini, kami mendesak agar pembuatan kartu tani ini dipermudah, sehingga kami bisa membeli pupuk bersubsidi yang sudah dialokasikan pemerintah,” ungkapnya.

Selain tuntutan itu, lanjut dia, para petani juga meminta pemkab menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di pasaran. Pemkab berani menindak tegas para distributor pupuk nakal, dan jangan membiarkan terjadi praktik monopoli dagang pupuk bersubsidi. “Kami juga meminta pemkab untuk segera menata sistem distribusi pupuk bersubsidi, agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kegaduhan,” tandasnya.

Menanggapi tuntutan para petani, Sekretaris Dinas Pertanian, Furqon mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi permintaan petani tersebut. Khusus kartu tani, merupakan program pemerintah pusat. Dimana dalam prosesnya melibatkan berbagai pihak. Di antaranya, Dinas Pertanian, perbankan dan produsen pupuk atau distributor. Mereka mempunyai tugas masing-masing. Untuk Dinas Pertanian, bertugas pendataan terhadap petani yang akan membuat kartu tani. Setelah dokumen lengkap, berkas diserahkan ke perbankan, dimana yang ditunjuk pemerintah adalah bank BRI. Kemudian, BRI pusat mencetak kartu. Sementara untuk produsen pupuk bertanggung jawab berkaitan kesiapan kios pupuknya. “Jadi, bukan hanya tanggungjawab kami, tetapi melibatkan banyak elemen,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA