Take a fresh look at your lifestyle.

Kesulitan Air Bersih, Warga Terpaksa Manfaatkan Air Dasar Sungai

127

BREBES – Kemarau yang berkempanjangan membuat warga di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terpaksa memanfaatkan air dasar sungai untuk dikonsumsi. Hal itu dilakukan lantaran mereka sudah dua bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Pantaun Suara Merdeka di lapangan, belasan warga di wilayah desa itu silir berganti mengambil air di tengah alur Sungai Rambatan yang sudah mengering. Mereka mendapatkan air dasar sungai dengan membuat sejumlah sumur kecil di alur sungai tersebut. Kondisi air yang mereka dapatkan dari sumur-sumur di tengah sungai itu terlihat agak keruh. Meski demikian warga tetap memanfaatkannya lantaran sumur di rumah mereka saat ini telah menggering.

“Sudah dua bulan ini, warga di wilayah kami kesulitan air bersih. Ya terpaksa saya dan warga lain memanfaatkan air dasar sungai ini untuk minum dan mencukupi kebutuhan sehari-hari lainnya,” tutur Kirman (34), warga Dukuh Mingkrik Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes.

Dia mengutarakan, sumur di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air. Kondisi tersebut dialami seluruh warga di desanya. Itu terjadi lantaran musim kemarau yang panjang. “Kalau tidak seperti ini, saya mau mendapatkan air dari mana. Kalau beli terus jelas tidak mampu keuangan saya,” ujarnya yang keseharian bekerja sebagai butuh tani tersebut.

Untuk mendapatkan air dasar sungai itu, kata dia, pihaknya dan warga lain harus membuat sumur di tengah alur sungai terlebih dahulu. Itu pun harus memilih titik yang tepat agar sumur buatannya memiliki banyak airnya. Dalam satu hari, dirinya membawa pulang sekitar 10 jerigen dari sumur tersebut. Lantaran kondisi airnya agak keruh, sebelum digunakan air ditampung terlebih dahulu di bak penampungan yang sudah disediakan di rumah. Setelah kerikil dan lumpur mengendap, air baru digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya. “Tidak apa-apa airnya agak keruh. Nanti kan saya endapkan di rumah sebelum digunakan untuk minum maupun masak. Alhamdulillah, sampai sekarang saya nyatanya juga tidak sakit, meski terus mengkonsumsi air dari sini,” ungkapnya.

Saat warga ditanya mengenai bantuan air bersih, Kirman dan warga lainnya mengaku, mereka belum pernah mendapatkan bantuan air bersih. Padahal, kekeringan yang dirasakan warga sudah cukup lama. Jika pun ada bantuan air bersih, biasanya hanya sampai wilayah yang dekat jalan raya dan tidak sampai ke wilayah pedukuhannya. Itu pun warga harus berebut dengan warga lain. Sementara warga yang tinggal jauh dari jalan raya, belum pernah mendapatkan air bersih.”Kami sih berharap ada bantuan, jadi kami tidak selalu mengkonsumsi air keruh terus menerus,” sambung Kirman.

Terpisah Camat Larangan, Imam Tauhid kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan desa-desa di Kecamatan Larangan yang sudah mengalami krisis air bersih. Dari jumlah 21 desa yang ada di Kecamatan Larangan, ada 4 desa yang sudah mengalami krisis air besih. Yakni, Desa Welahar, Kamal, Pamulihan, dan Karangbale. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga membeli air dari pengisian ulang air minum. Untuk meringankan beban warga, pihaknya juga telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes. “Untuk bantuan air bersih dilakukan secara bergantian. Sehingga nanti bantuan bisa merata,” terangnya.

(Setiawan/ Red2)

BERITA LAINNYA