Take a fresh look at your lifestyle.

Keripik Pisang Khas Tegal Siap Ekspor ke Belgia

498

TEGAL – Penasaran dengan produk Tegal Chips  karya para pengusaha milenial asal Kota Tegal. Produk makanan keripik pisang dengan berbagai macam rasa itu, siap go internasional. Kini, para pengusaha muda yang tergabung dalam Ortega itu, tengah mempersiapkan dokumen dan produk agar bisa diekspor.

Tegal Chips, sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dirintis 25 anak muda. UMKM yang memproduksi makanan kecil hasil binaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal. Bahkan, produk yang dipersiapkan untuk ekspor itu, sudah dikenal masyarakat lokal dan luar daerah.

“Kami mulai berjalan mandiri setelah dapat pembinaan dari Disnakerin. Kami sudah memasarkan ke Jakarta, Solo dan kota-kota besar lainnya,” kata Direktur Utama Tegal Chips, Resha Fandy  saat ditemui di rumah produksi Tegal Chips Gang Buntu, Jalan Poso, Kota Tegal, kemarin.

Dikatakan, usaha ini dijalankan secara mandiri dengan modal patungan dari 25 pemuda yang usia antara 19-40 tahun. Namun, untuk alat produksi mendapakan bantuan dari Pemkot Tegal. Mereka secara bergantian memproduksi keripik pisang dengan tugas masing-masing. Hingga kini, produk yang dihasilkan telah memiliki lima rasa, yakni original, keju, coklat, salted egg, dan green tea.

“Untuk bahan baku pisang raja nangka, kami ambil dari petani lokal. Jika sedang tidak musim, maka kami ambil dari daerah tetangga,” ujar Resha.

Produksi keripik pisang Tegal Chips, lanjut dia, telah mencapai 250 bungkus dengan berat 100 gram dalam waktu sepekan. Untuk bahan baku yang dibutuhkan dalam sepekan mencapai 1,5-2 kuintal pisang. Sedangkan harga setiap bungkus Rp 15 ribu untuk semua varian rasa. Namun, pihaknya belum bisa mengkalkulasikan omset penjualan selama ini, karena penjualan masih fluktiatif.

“Kami sudah ditawari untuk ekspor ke Belgia. Namun, secara dokumen belum lengkap. Kami masih konsentrasi untuk memenuhi pasar lokal,” ujarnya.

Resha bersama teman-temannya mengaku siap jika produksi di pasarkan ke luar negeri. Namun demikian, dibutuhkan managemen yang kuat diberbagai lini. Termasuk, mengembangkan produknya tidak hanya keripik pisang. Upaya itu terus dilakukan dengan bimbingan dari Disnakerin Kota Tegal.

“Ini tantangan buat kami untuk bisa masuk pasar internasional. Bukan hal yang mudah, tapi kami bertekat untuk mencapai itu semua,” pungkasnya.(Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA