Take a fresh look at your lifestyle.

Kepsek Sekarang Ditarget Jadi Manager Handal

144

* Penggemblengan, Kemendikbud Tunjuk UPS Tegal

TEGAL – Tugas kepala sekolah (Kepsek) sekarang, tak hanya sebatas mengepalai sebuah sekolah, atau sekadar penugasan guru sebagai kepsek sesuai Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Tapi dia kini dituntut menjadi manager yang handal.

Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum, di sela-sela pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepsek SD dan SMP Kabupaten Tegal Angkatan Ketiga, di Premiere Guest Hotel Tegal, Kamis (3/10).

Sebagai catatan, kegiatan diklat itu untuk angkatan pertama telah digelar pada Selasa (10/9) hingga Selasa (17/9), dikuti 138 kepsek. Diklat angkatan kedua, jumlah peserta yang sama, digelar sejak Senin (23/9) hingga Senin (30/9). Angkatan ketiga, peserta 139 orang, digelar mulai Kamis (3/10) sampai dengan Kamis (10/10). Total peserta 415 kepsek.

”Jadi eranya sudah berubah. Keberadaannya bukan sekadar penugasan guru sebagai Kepsek. Tapi benar-benar sudah diarahkan menjadi seorang manager yang handal. Dia harus bisa mengelola sekolah yang memiliki anggaran cukup beragam, yang dikucurkan pemerintah, dan menjadi pengawas interen sekolah,” terang dia.

Kemampuan mengelola, dengan berbagai kreativitasnya, dan dipadukan dengan gaya kepemimpinan yang lebih berwibawa serta berbobot, menurut dia, merupakan sosok seorang manager handal. Sebab dia harus tangguh dan penuh kreativitas.

Sosok seperti itu dibutuhkan, karena tantangan dunia pendidikan sekarang kian berat. Gaya mengelola dan memimpin sebuah sekolah harus berubah total dari sebelumnya, demi kualitas pendidikan dan lulusannya.

”Koordinasi dengan guru-guru lainnya yang mengajar mata pelajaran, juga diharapkan dapat diselaraskan dengan program pemerintah dalam rangka memajukan dunia pendidikan,” ucap dia.

Karena itulah, sebelum Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah diundangkan atau menjadi Undang-Undang (UU) dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), guru yang sekarang telah menjabat kepsek, wajib mengikuti diklat. Yakni, mengikuti Diklat Penguatan Kepsek.

Syarat Jabatan
Didampingi Dekan FKIP Dr Purwo Susongko MPd, Rektor menjelaskan tentang tujuan diklat itu. Antara lain, untuk meningkatkan kompetensi kepsek.

Kemudian sebagai syarat menduduki jabatan itu, sesuai dengan UU baru yang bakal diterapkan pada 2020, maka wajib mengantongi Sertifikat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Penguatan Kepsek.

”Bersyukurlah kepsek yang sekarang dapat mengikuti kegiatan diklat ini. Karena meski ini kelak menjadi syarat utama menjabat kepsek, tapi tak semua guru yang telah menjabat kepsek dapat mengikuti kegiatan ini,” ucap Dr Purwo Susongko MPd.

Karena diklat tersebut, tak bisa digelar oleh semua perguruan tinggi. Dia menyebut dari ribuan PTN dan PTS di tanah air, hanya lebih dari ratusan perguruan tinggi yang memiliki Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD), yang mendapat rekomendasi Kemendikbud untuk menggelar kegiatan tersebut.

Kepala LPD FKIP UPS Tegal Dr Suriswo MPd membeberkan contoh diklat yang sekarang telah digelar Kemendikbud untuk 415 Kepsek SD dan SMP di Kabupaten Tegal, yang kegiatannya dibagi dalam tiga angkatan.

Untuk pelaksana di lapangan, dilakukan Lembaga Penyelenggara Diklat (LDP) FKIP UPS Tegal, bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

Lembaganya ditunjuk Kemendikbud menggelar diklat itu, sesuai dengan SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor : 5497/B.B1.3/HK/2019, Tentang Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan, yang bekersama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Tahap 4.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA