Take a fresh look at your lifestyle.

Kepsek Kini Wajib Miliki Sertifikat Diklat

189

* Baru 26 Persen Penuhi Syarat Miliki STTPP
* LDP UPS Tegal Ditunjuk Sebagai Penyelenggara

TEGAL – Persyaratan untuk diangkat menjadi kepala sekolah (Kepsek) dari berbagai jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMK dan SMA), kini kian ketat. Karena wajib memiliki sertifikat pendidikan dan latihan (Diklat).

Rektor Universitas Pancasakti Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr Purwo Susongko MPd mengatakan, kewajiban persyaratan dimaksud berkait dengan Permendikbud No 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Juga surat edaran Nomor 18356 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Kelak kepsek yang telah diangkat sebelum diundangkan Permendikbud tersebut, kata dia, wajib mengikuti diklat penguatan Kepsek. Setelah dinyatakan lulus diklat, maka memperoleh Sertifikat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Penguatan Kepala Sekolah.

”Jadi untuk Kepsek mendatang wajib mengantongi atau memiliki STTPP. Syaratnya ya harus ikut diklat ini,” tandas dia, di sela-sela kegiatan Diklat Penguatan Kepsek Angkatan Kedua, di Premiere Guest Hotel, Kota Tegal.

Dekan FKIP UPS Tegal menambahkan, untuk kegiatan diklat itu di wilayah Pantura Barat atau di tujuh daerah tingkat dua Eks Karesidenan Pekalongan, baru dilakukan kepsek di Kabupaten Tegal.

Yakni, baru untuk kepsek jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Jumlahnya sebanyak 415 kepsek. Kegiatan itu terbagi dalam tiga angkatan. Untuk angkatan pertama digelar mulai Selasa (10/9) sampai dengan Selasa (17/9) dengan peserta sebanyak 138 kepsek.

Diklat angkatan kedua, dengan jumlah peserta yang sama, digelar sejak Senin (23/9) hingga Senin (30/9). Angkatan ketiga dengan peserta sebanyak 139 orang, rencananya digelar pada Kamis (3/10) sampai dengan Kamis (10/10).

SK Dirjen

Untuk menggelar diklat itu, Kemendikbud hanya menunjuk perguruan tinggi yang sudah memiliki Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD). FKIP UPS Tegal, lanjut dia, menggelar kegiatan tersebut berdasar SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Nomor : 5497/B1.3/HK/2019 Tentang Penetapan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan, yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepsek Tahap 4.

”SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan ini, kami kemudian menggelar diklat. Jadi kegiatan ini tak main-main. Sesuai prosedur dan lembaga penyelenggaranya juga yang sudah teruji serta kredibel diakui pemerintah pusat,” tandas dia, didampingi Kepala LPD FKIP UPS Tegal, Dr Suriswo MPd.

Dia mengungkapkan, bila dikaitkan dengan jumlah kepsek yang belum mengantongi STTPP di tujuh daerah tingkat dua di eks Karesidenan Pekalongan, jumlahnya mencapai belasan ribu.

”Untuk Kabupaten Tegal saja dari ribuan sekolah yang ada, kepsek yang sudah masuk target mengikuti kegiatan diklat ini baru sebanyak 415. Jadi masih banyak lagi yang belum mengikuti dan waktunya masih cukup lama bagi kepsek lainnya untuk mengikuti diklat ini,” ucap dia.

Bahkan secara nasional, jumlah kepsek tercatat 311.933 orang. Kepsek yang sudah memiliki STTPP, sampai April 2019 baru sebanyak 26 persen. Sesuai surat edaran Kemendikbud Nomor 18356 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, kegiatan Diklat Penguatan Kepsek diberikan masa transisi dua tahun sejak Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 diundangkan. ”Jadi masih sekitar 74 persen Kepsek yang harus mengikuti diklat seperti ini,” tandas dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA