Take a fresh look at your lifestyle.

Kendaraan Angkutan Barang Jadi Perhatian

133

* Muatan Lebihi Dimensi, Sering Angkut Orang
* 94 Sopir Truk dan Pikap Ditilang

TEGAL – Operasi Zebra Candi 2019 yang digelar jajaran Sat Lantas Polres Tegal Kota, tak hanya mengincar pelanggaran pengendara sepeda motor dan kendaraan angkutan penumpang. Kendaraan Angkutan barang juga jadi perhatian penting.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Kasat Lantas AKP Ben Aras mengatakan, ada dua hal penting berkait dengan pelanggaran lalu lintas berupa kendaraan angkutan barang seperti mobil pikap dan truk. ”Pertama adalah kendaraannya untuk mengangkut orang, dan muatannya terkadang melebihi kapasitas atau dimensi bak barang,” tandas dia.

Sopir kendaraan angkutan barang yang nekat dan kepergok petugas, akan langsung ditindak tegas. Karena hal itu menyalahi aturan, seperti tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

”Kendaraan barang tak boleh untuk mengangkut orang. Bahkan bila untuk mengangkut barang, dan melebihi dimensi muatan yang dipersyaratkan, tetap dilarang. Karena merupakan pelanggaran, ” terang AKP Ben Aras.

Selain menyalahi aturan undang-undang, kendaraan barang seperti pikap maupun truk untuk mengangkut barang, selain membahayakan bagi penumpang itu sendiri, juga rawan terhadap pengguna jalan lainnya.

Sudah pernah terjadi kecelakaan lalu lintas, orang yang naik pikap. Kemudian terjatuh, dan akhirnya kendaraan di belakangnya mengerem mendadak untuk mengindari kecelakaan menabrak orang yang terjatuh dari kendaraan. ”Kalau situasi lalu lintas ramai, bisa mengakibatkan tabrakan karambol,” ucap dia.

Mudah Diketahui

Pemerhati masalah hukum dan pengangkutan dari UPS Tegal Dr Eddhie Praptono SH MH mengatakan, pelanggaran seperti itu akan mudah diketahui personel Sat Lantas. Karena untuk mengetahuinya, cukup melihat tinggi batas muatan dan lebar muatannya.

”Bila melebihi batas ketentuan dimensi, sangat membahayakan pengendaranya atau sopir, maupun pengguna jalan lainnya. Karena sopir sulit untuk dapat melihat keberadaan kendaraan di belakang atau di sampingnya. Bila melaju kencang, rawan oleng atau terguling. Kecelakaan kendaraan barang yang terguling di jalur pantura, pun pernah terjadi,” tandas dia.

Menurut dia, langkah penegakan hukum yang tegas, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran sopir terhadap keselamatan dalam berlalu lintas. Sangat disayangkan, masih dijumpai para sopir angkutan barang main kucing-kucingan dengan personel Polisi Lalu Lintas (Polantas).

Yakni, mereka sengaja melintas di jalur pantura Kota Tegal, dengan mengangkut orang atau muatannya melebih dimensi yang dipersyaratkan, saat personel jajaran kepolisian itu beristirahat.
Sementara itu, hingga memasuki hari kelima Operasi Zebra Candi 2019 yang dilaksanakan Polres Tegal Kota, tercatat sudah 1.006 pengendara yang ditilang. Sebanyak 355 pengendara lainnya ditegur.

Dari jumlah pengendara sebanyak itu yang ditilang, terbanyak adalah pengendara sepeda motor yang mencapai 809 orang. Kemudian sopir kendaraan penumpang sebanyak 103 orang, dan sopir angkutan barang seperti truk dan pikan, mencapai 94 orang yang ditilang personel Sat Lantas Polres Tegal Kota.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA