Take a fresh look at your lifestyle.

Kemunculan Buaya Kali Comal Dilaporkan ke Balai Konservasi

170

PEMALANG – Sejumlah warga yang beraktifitas maupun tinggal di tepian Kali Comal melaporkan kemunculan buaya di Kali Comal ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang, Selasa (3/9). Mereka didampingi oleh Kasi Trantib Kecamatan Comal Najib, mewakili Camat Fauzan.

Salah satu warga Wanto kepada petugas BKSDA mengatakan dirinya melihat buaya di Kali Comal masuk Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading pada jam 2 siang beberapa hari lalu. “Waktu itu saya sedang mancing ikan,”kata Wanto, warga Desa Pesucen, Kecamatan Petarukan.

Buaya yang dia lihat berwarna hitam dengan panjang empat meter sebanyak satu ekor. Saat itu buaya berenang di tepi sungai dan mendekat ke tempatnya mancing. Begitu sadar ada buaya mendekat, Wanto langsung bangkit dari tempatnya mancing dan lari ke permukiman.

Warga lainya Kuat Sugiyarto mengaku melihat buaya di Kali Comal dari jarak 50 meter di Desa Kauman, Kecamatan Comal. Dia kemudian memberitahu warga lainnya sehingga pada Sabtu (31/8) malam warga berkumpul di kali dengan membawa lampu center. “Sekitar pukul 03.00 buaya muncul ke permukaan air dan disaksikan puluhan warga Desa Kauman, Kecamatan Comal.

Kasi Trantib Kecamatan Comal, Najib mengatakan dirinya mendapat perintah dari Camat untuk mendampingi warga melapor ke BKSDA sesuai mekanisme. Dia menuturkan bahwa Camat berpesan agar masalah buaya Kali Comal ini bisa ditangani pihak berwenang sehingga masyarakat tidak resah. “Kalau bisa, buayanya diangkat dalam keadaan selamat dan masyarakat tepian Kali Comal juga selamat,”kata dia.

Sementara itu Polisi Kehutanan BKSDA, Edi Suryo menjelaskan semua sungai memungkinkan dan memiliki potensi untuk menjadi habitat berkembangbiaknya buaya. Adapun berkaitan dengan buaya di Kali Comal pihaknya belum bisa memastikan asal usulnya, bisa saja buaya peliharaan masyarakat yang lepas atau sengaja dilepas pemiliknya.

Sebab lanjut dia ada dugaan peredaran jual beli telur buaya atau buaya kecil. Sampai saat ini pihaknya belum bisa memutus mata rantai perdagangan tersebut. Selanjutnya bisa juga buaya di Kali Comal tersebut adalah buaya muara yang masuk ke sungai lantaran di muara makanan sulit didapatan.

Untuk buaya yang muncul di Kali Comal BKSDA akan bertindak apabila ada laporan masyarakat berikut saksi yang melihatnya paling tidak dua orang.

Adapun dengan adanya kondisi tersebut BKSDA meminta masyarakat untuk tidak membuang bangkai di Kali Comal sebab akan memancing kemunculan buaya yang membahayakan. Kemudian agar masyarakat tidak beraktifitas di kali sendirian. BKSDA lanjutnya akan memasang rambu-rambu peringatan di tepi kali demi keselamatan masyarakat.

Sementara itu Sukarelawan Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) yang memantau kemunculan buaya di Kali Comal mencatat ada kemunculan pada pukul 11 siang, Senin (2/9) dan pukul 11 malam. Jumlah buaya yang muncul sebanyak tiga ekor.

(Ali Basarah/ red2)

BERITA LAINNYA