Take a fresh look at your lifestyle.

Kemendes PDTT Beri Pelatihan Untuk Pengelola Desa Wisata

213

Slawi, Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM)  Yogyakarta ,  Badan Litbang , Diklat, Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, menggelar pelatihan produk unggulan kawasan perdesaan  (Prukades) angkatan VII (manajemen pengelolaan desa wisata) tahun 2019  bagi pengelola desa wisata di Kabupaten Tegal.

Pelatihan  berlangsung selama lima hari dari tanggal 18 – 22 Juli 201 di aula Dinas Pembersayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Tegal.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari unsur Pokdarwis maupun Bumdes dari sepuluh desa di Kabupaten Tegal,yakni Desa Cintamanik, Rembul, Bojong, Jatinegara, Luwijawa, Pagerwangi, Bukateja, Batuagung, Lebaksiu Lor, dan Dermasuci. 

Kepala Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta, Erlin Chaerlinatun mengatakan, pengembangan desa wisata memerlukan manajemen atau pengelolaan yang bersifat mandiri dengan melibatkan tokoh desa dan masyarakat setempat, yang berbasis manfaat untuk kebersamaan , bukan asas keuntungan (profit oriented).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengelolaan desa wisata yang dapat mengambil bagian aktif dalam semua proses, meliputi perencanaan , pelaksanaan dan pengawasan termasuk di dalamnya pengusahaan kegiatan ekonomi yang bisa dikembangkan dari desa wisata tersebut.

“Dengan adanya pelatihan Prukades angkatan XVII , manajemen pengelolaan desa wisata, kami berharap pengembangan produk unggulan di kabupaten dapat lebih berhasil , sukses dan lebih maju, menuju kesejahteraan ekonomi yang meningkat,”jelasnya saat hadir dalam pembukaan pelatihan di aula Dispermasdes Kabupaten Tegal, Kamis (18/7).

Selain teori, dalam pelatihan tersebut, peserta juga akan melaksankaan praktik pengolahan hasil pertanian beserta diversifikasi olahannya, agar komoditas pertanian seperti jagung, bawang putih, kentang, wortel dan cabai , lebih mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie yang pagi itu hadir untuk membuka pelatihan tersebut menyampaikan, pelatihan tersebut merupakan wujud kepedulian dan peran serta Pemkab Tegal dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola desa wisata secara profesional.

Menurutnya,  pengembangan desa wisata tentunya perlu menyiapkan sumber daya manusia yang baik dan mumpuni. Selain itu juga harus diimbangi dengan pengetahuan, keterampilan serta manajemen pengelolaan desa yang benar.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menunjang dan menyelaraskan pelaksanaan program pembangunan kawasan pedesaan, peningkatan fungsi dan pengelolaan BUMDes serta peningkatan kerjasama desa,”tutur Ardie.

Adanya pelatihan ini juga untuk  membantu pemerintah desa dalam menggali dan mengoptimalkan potensi wisata desa yang dimiliki agar dapat mengelola desa wisata dengan berdaya guna dan berhasil guna, sehingga dapat meningkatkan perekomomian dan kesejahteraan masyarakat desa , serta pendapatan asli desa.

“Pariwisata merupakan industri besar yang melibatkan berbagai sektor dan pelaku ekonomi . Jika industri pariwisata dapat dibangun dan dikelola dengan baik dan profesional, maka akan dapat memberikan dampak dan keuntungan yang besar pula,”tuturnya.

Ardie menambahkan, Kabupaten Tegal terletak pada posisi dan geografis yang sangat strategis. Selain itu,  juga memiliki potensi keindahan dan keunikan alam yang terdapat di setiap desa. Untuk itu, dia mengimbau agar setiap desa dapat menggali dan mengembangkan wisata desa, supaya menjadi komoditas wisata unggulan yang dapat memberikan manfaat ekonomi , sosial, budaya bagi masyarakat desa dan daerah. (Sari-64)

BERITA LAINNYA