Take a fresh look at your lifestyle.

Kembali Pecah, Demo Tolak Pembangunan Waduk Bantarkawung Diwarnai Aksi Bakar Ban

236

BUMIAYU– Demo menolak rencana pembangunan Waduk Bantarkawung kembali pecah di halaman Kantor Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Sabtu (7/12). Ini adalah kali kedua warga memprotes rencana pembangunan waduk berkapasitas 1 miliar meter kubik itu.

Aksi yang dilakukan warga Bangbayang dan Bantarkawung itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Dana Desa 2019 di pendapa kecamatan yang dihadiri langsung bupati Idza Priyanti.

Dari pantauan, massa mulai berdatangan ketika Bupati Idza Priyanti menyampaikan pembinaan dalam acara tersebut. Mereka membentangkan spanduk dan poster penolakan Waduk Bantarkawung. Dalam aksi tersebut, massa meminta orang nomor satu di Kabupaten Brebes itu menandatangani surat pernyataan penolakan pembangunan waduk Bantarkawung.

Sebanyak 20 orang perwakilan warga kemudian diterima bupati. Mereka beraudiensi di salah satu gedung kecamatan. Sementara di luar, jumlah massa terus bertambah. Mereka membakar ban bekas dan bergantian orasi. Aparat keamanan siaga menjaga agar massa tidak masuk ke pendapa kecamatan.

Suasana semakin memanas ketika massa mengetahui bupati telah dievakuasi dari kantor kecamatan lewat pintu belakang. Sebagian massa berupaya mengadang di jalan utama Bantarkawung-Bumiayu depan Puskesmas Bantarkawung. Namun mereka tak menjumpai bupati. Massa kemudian meluapkan emosinya dengan menggembosi ban mobil dinas bupati.

Salah seorang warga Wawan Sarben mengatakan, warga menginginkan bupati menandatangani penolakan pembangunan waduk untuk disampaikan ke gubernur.”Tetapi bupati berkeberatan dengan alasan harus dirapatkan dengan pihak terkait terlebih dahulu. Bupati juga kembali ke Brebes lewat pintu belakang. Ini membuat massa kecewa sekaligus marah,” ujarnya.

Menurut Sarben, ini adalah kali kedua warga melakukan demo. Menurutnya, aksi akan terus terjadi jika pemerintah tetap melanjutkan rencana pembangunan waduk Sungai Pemali di Bantsrkawung.

Kemarahan massa akhirnya berhasil diredam setelah tokoh masyarakat dan agama setempat menyampaikan orasinya. Camat Bantarkawung Eko Supriyanto menegaskan, bupati telah menampung seluruh aspirasi masyarakat terkait pembangunan waduk.”Akan dikonsultasikan terlebih dahulu. Nanti bupati akan kembali mengundang perwakilan warga untuk menyampaikan hasilnya,” ujarnya.(Teguh Tribowo/Red38)

BERITA LAINNYA