Take a fresh look at your lifestyle.

Kembali Kalah, Fans Persegal Sebut Ada Kegagalan Pengurus

178

TEGAL-Persegal Kota Tegal kembali menelan kekalahan tiga kali secara beruntun dalam babak penyisihan putaran pertama Liga 3 Jawa Tengah 2019.

Setelah ditumbangkan Persitema Temanggung dan PSISra Sragen, kali ini kembali menelan kekalahan saat melawan Persebi Boyolali dengan skor 0-1 di Stadion Yos Sudarso Kota Tegal, Rabu (24/7).

Jalanya pertandingan diwarnai protes dari para suporter Persegal. Selain yel-yel, mereka memasang spanduk-spanduk bertuliskan bermacam kalimat kekecewaan yang ditujukan ke pengurus, khususnya pelatih kepala.

Pluit panjang wasit menandai habisnya pertandingan, suporter langsung turun ke tengah lapangan. Dengan membentangkan spanduk mereka berteriak melampiaskan kekecewaanya.

Polisi yang berjaga, bersama pengurus Persegal mencoba menenangkan suporter. Nampak hadir Manajer Persegal Abdul Kadir, dan Kabag Ops Kompol Mandala.

Hadir pula tak jauh dari kerumunan massa Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah dan Waka Polres Kompol Davis.

Disampaikan Abdul Kadir, wajar suporter kecewa, termasuk dirinya karena Persegal harus kembali kalah.

Namun adanya tudingan seperti pemotongan honor pemain, minimnya fasilitas hingga kurangnya jatah makan harian, disampaikannya isu yang tidak benar.

“Tidak benar itu. Sudah saya jelaskan semua ke mereka suporter. Mereka hanya termakan isu tidak benar di media sosial,” katanya.

Menurut salah satu suporter Riza Olo, banyak keluhan yang disampaikan tidak hanya oleh pemain namun juga oleh pelatih.

Yakni adanya pemotongan gaji, hingga pembayaran honor pemain yang tidak sesuai kontrak. “Itu benar. Silahkan tanya langsung pemain,” kata dia.

Sejumlah pemain usai bertanding langsung menuju ruang ganti. Upaya mencari jawaban ke para pemain belum didapatkan. Dari sejumlah pemain yang coba ditanyai wartawan, mereka memilih diam dan bergegas.

Ketua Poseidon suporter Persegal, Afrizal mengaku tidak puas dengan apa yang sudah disampaikan oleh pengurus Persegal.

“Suporter satu suara. Intinya kalau pemain belum bicara ke publik soal kebenaranya kami belum puas,” kata dia. Meski kurang puas, usai mendapat penjelasan, para suporter langsung membubarkan diri dengan tertib.

(Setiadi/ red38)

BERITA LAINNYA