Take a fresh look at your lifestyle.

Kematian Bertambah, Tim Pemakaman BPBD Siap 24 Jam

61

SLAWI,smpantura.com – Sejak akhir Juni 2021, jumlah pasien meninggal karena terpapar Covid-19 mengalami peningkatan. Bahkan, tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Penanganan Bencana (BPBD) Kabupaten Tegal dalam sehari bisa memakamkan 10 hingga 12 jenazah per hari.

Salah seorang relawan pemakaman BPBD, Kurdianto (29) mengatakan, hampir setiap hari tim pemakanan yangterdiri atas dua tim melakukan tugas memakamkan jenazah dengan mengunakan protokol kesehatan.

“Akhir-akhir ini sedang meningkat. Sebelum lebaran maksimal kami melakukan pemakaman lima jenazah,tapi di akhir Juni mulai meningkat, dari RSUD dr Soeselo dan luar kota. Dan kali ini yang meledak angkanya dari RSUD Suradadi, sehari bisa tujuh jenazah. Sampai siang ini saja sudahlima jenazah ,”kata Kurdianto saat ditemui usai melakukan tugas pemakanan di Makam Desa Trayeman,S Slawi, Senin (5/7).

Dengan bertambahnya jumlah pasien meninggal, baik yang sedang dirawat di rumah sakit maupun sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, tim pemakanan yang terdiri atas 2 dua tim dengan jumlah personel 20 orang harus bekerja keras. Mereka harus membagi tugas agar tidak terjadi antrean jenazah yang menunggu dimakamkan.

“Satu tim maksimal terdiri sepuluh personel, minimal delapan orang. Ketika kondisi mendesak, ada beberapa jenazah yang harus dimakamkan dalam waktu bersamaan, maka kami bagi tim. Enam orang diterjunkan ke satu tempat . Alhamdulilah tidak ada kendala,”tutur pria yang sudah bergabung dalam tim pemakaman BPBD sejak awal pandemi Covid-19 atau tahun 2020 itu.

Mereka pun memiliki tugas masing-masing. Yakni, ada yang menjadi supir, dokumentasi foto-video, membawa peti jenazah, penyemprot disinfektan, dan mengeksekusi sampai masuk liang lahat.

Pria yang akrab dipanggil Anto ini mengatakan, tim pemakaman siap 24 jam dalam sehari melaksanakan tugas. Belum lama, timnya melakukan pemakanan secara protokol kesehatan di Desa Pangkah pukul 01.30 hingga pukul 03.30.

“Pemakaman tidak mengenal waktu, 24 jam. Kalau dari rumah sakit dan keluarga serta galian sudah siap, kami akan melakukan pemakaman,”sebutnya.

Anto mengatakan, dalam menjalankan tugas tersebut, pihaknya menghadapi masalah ketersediaan alat pelindung diri (APD). Sesuai protokol kesehatan, tim pemakaman dilengkapi dengan baju hazmat, yang dikenakan sekali pakai.

Stok APD memang tersedia, namun untuk proses pengambilannya yang membutuhkan waktu terutama administrasi dan lain-lain, sehingga terjadi keterlambatan proses pemakaman.

Anto menyebutkan, saat ini mayoritas masyrakat sudah bisa menerima dan tidak menolak pemakaman secara protokol kesehatan. Meski demikian, masih ada beberapa yang ingin proses pemakaman secara diam-diam supaya tidak mencolok perhatian publik. Namun sejauh ini masih bisa teratasi dengan baik. Apalagi pemakaman mendapat pengamanan TNI-Polri.

 

Selain stok APD, pihaknya juga berharap ada komunikasi dan koordiansi yang lebih baik antara Satgas Desa, keluarga, Puskesmas, dan Dinkes. Hal ini penting bagi mereka yang bertugas di lapangan.

Diakui dalam menjalankan tugas, kendaraan yang mendukung mobilitas tim sangat diperlukan.

“Penyegaran kendaraan yang setiap hari tim gunakan untuk mobilitas juga sangat diperlukan, minimal ada penambahan satu mobil entah ambulans atau mobil operasional biasa sehingga nantinya kerja kami lebih maksimal,” tutur Anto.

Tugas mulia juga dilakukan para relawan PMI Kabupaten Tegal. Beberapa kali para relawan membantu proses evakuasi jenazah warga yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Pernah dalam sehari mereka melakukan evakuasi dua bahkan tiga jenazah. Jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke ruang pemulasaran jenazah RSUD Soeselo Slawi dan dimakamkan secara prokes.

Terpisah, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali, Kabupaten Tegal termasuk dalam level 3 yang dikategorikan sebagai wilayah dengan penambahan jumlah kasus konfirmasi harian 50-150, penambahan pasien dirawat di rumah sakit 10-30 orang per hari, dan rata-rata kasus kematiannya 3-5 orang per hari.

Lebih lanjut, Umi memaparkan jika Covid-19 telah menginfeksi 3.675 orang dalam 45 hari terakhir sejak lonjakan kasus pasca libur Lebaran di tanggal 18 Mei 2021 lalu. Adapun jumlah kematiannya mencapai 190 orang dalam satu setengah bulan terakhir. (T04-Red)

BERITA LAINNYA