Take a fresh look at your lifestyle.

Keluarga Ikhlas, Rasmono Dimakamkan di Malaysia

138

TEGAL – Seorang pekerja migran Indonesia asal Kota Tegal, Jawa Tengah, Rasmono (44) tewas mengenaskan, setelah menjadi korban kecelakaan di Highway Taman Perling, Johor Baharu, Malaysia, Minggu (1/3) waktu setempat.

Kabar duka yang menimpa warga Jalan Salak RT 07/ RW 01, Gang Sirkaya I, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat itu diketahui pertama kali oleh pihak keluarga pada Minggu siang, melalui unggahan status di jejaring sosial Facebook (FB).

Saat melaporkan ke Kelurahan setempat, adik ipar korban, Hadi Santoso (36) mengaku tidak mengira kakak iparnya itu tewas mengenaskan setelah ditabrak pengendara mobil. Dengan perasaan penuh duka, dia bersama ibu mertuanya menyatakan ikhlas jika jasad korban harus dimakamkan di Malaysia.

“Saya tahu dari status FB dan langsung menghubungi nomor yang tertera. Saat ini, sedang ditangani pihak keluarga yang ada di sana. Kebetulan, adik bungsu korban ada di sana (Malaysia-red),” kata Hadi, Senin (2/3) siang.

Dengan menghela nafas panjang, orang tua korban, Daenah Zaenab (65) menyatakan ikhlas jika putra pertamanya itu harus dimakamkan di Malaysia. Itu setelah Daenah menghubungi putra bungsunya, Abdul Rohman, yang mengabarkan kondisi di Malaysia.

Dimana pelaku penabrak telah bersedia bertanggungjawab atas musibah tersebut. Namun, karena membutuhkan biaya yang cukup besar, pelaku tidak menyanggupi untuk memulangkan jasad Rasmono ke Indonesia.

“Anak bontot saya di sana. Dia bilang, kalau si penabrak mau bertanggungjawab. Tetapi karena keterbatasan ekonomi, pelakunya tidak bisa membiayai pemulangan jasad anak saya. Katanya butuh sekitar Rp 50 juta untuk bisa membawa jasad anak saya ke sini,” terang Daenah.

Diketahui, Rasmono menjadi korban kecelakaan sesaat setelah menunaikan ibadah salat Isya, Minggu (1/3) waktu setempat. Rasmono meninggal dunia di lokasi kejadian dan peristiwa nahas itu diunggah salah satu rekannya di FB.

Kini, pihak pelaku dan petugas Kepolisian meminta kepada perwakilan keluarga korban di Indonesia untuk bisa terbang ke Malaysia. Adapun tujuannya, guna menyelesaikan kasus tersebut bersama ahli waris.

“Saya bingung kalau disuruh ke sana. Untuk itu, saya meminta bantuan kepada pemerintah,” imbuh Daenah.

Sementara itu, Lurah Kraton, Kuwat Daryani mengatakan, pihaknya telah berupaya menjembatani kasus yang menimpa warga Jalan Salak tersebut. Kini, pihaknya masih menunggu kabar dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal.

“Kita lihat, apakah korban ini berangkat ke Malaysia melalui PJTKI atau tidak. Kita upayakan semaksimal mungkin,” tegasnya. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA