Take a fresh look at your lifestyle.

Kelompok Pencuri Spesialis Mobil Pikap Diringkus

60

SLAWI,smpantura.com – Setelah enam kali melakukan aksi pencurian di wilayah Kabupaten Tegal, sekelompok pencuri spesialis mobil pikap dan penadahnya akhirnya berhasil diringkus oleh Tim Operasi Kriminal (Opsnal) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal.

Kelompok pencuri ini ditangkap 30 Juni 2021 sekitar pukul 02.00 di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Mereka adalah Masruhin atau M (48) warga Kota Tangerang, Hermansyah atau H (33) warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal dan Yosal Andriano atau YA (59) warga Belik, Kabupaten Pemalang.Dari hasil pengembangan, Satreskrim berhasil menangkap Muhammad Abdul Gofur atau MA (31) warga Cilendek Timur,Kota Bogor, yang menadah mobil curian dari tiga pelaku.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menyampaikan, kelompok pencuri tersebut telah enam kali melakukan aksi pencurian dengan pemberatan dari November 2020 hingga Mei 2021.“Mereka enam kali melakukan pencurian diantaranya di Desa Grobog Kulon, Kramat, Suradadi , Bumijawa dan di Adiwerna sebanyak dua kali,”terang Arie pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Kamis (22/7).

Dalam melakukan aksinya, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Tersangka M bertugas sebagai pemetik atau orang yang mengambil kendaraan, H sebagai pengawas di lokasi kejadian dan YA sebagai supir kendaraan yang digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan.

Arie menyebutkan, para pelaku melakukan aksi saat keadaan sepi dan jauh dari pantauan orang. Mereka mencuri dengan mencongkel pintu kendaraan yang disasar menggunakan kunci letter T . Setelah pintu terbuka, pelaku memotong kabel kunci kontak dengan menggunakan tang . Setelah kabel terpotong pelaku menyambungkan dengan soket yang sudah di persiapkan sebelumnya yang di bawa untuk menghidupkan mesin kendaraan.

Setelah kendaraan berhasil dikuasai, pelaku membawa kendaraan tersebut ke Jakarta dan menjual kepada MA. MA membeli kendaraan tersebut dengan harga Rp 10 juta atau sesuai tahun dan kondisi kendaraan.
Selanjutnya, mobil dipereteli dan dijual secara terpisah. Dari pengakuan MA, onderdil kendaraan dipasarkan secara online facebook.“Setir, shochbreker dan mesin dijual terpisah,”terang Arie.

Dari kasus tersebut, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharga yang dimiliki.“Apabila memarkirkan kendaraan lebih baik di pakaikan pengaman kendaraan ganda agar bisa meminimalisir dan bisa menggagalkan para pelaku pencurian benda berharga seperti kendaraan roda empat atau roda dua,”terang Arie.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya Khrisnanda menyebutkan, ketiga pelaku yakni M, H dan YA dikenai pasal 363 jo pasal 65 KUHP karena melakukan kejahatan yang sama secara berulang dengan ancaman hukuman 5 tahun ditambah sepertiga dari masa hukuman.

Sementara tersangka MA dikenai pasal 481 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti satu unit Daihatsu Xenia B-1070-WON yang digunakan sebagai sarana kejahatan, mata kunci, soket, berbagai macam kunci T dan onderdil kendaraan pikap. (T04-Red)

BERITA LAINNYA