Take a fresh look at your lifestyle.

Kelakuan Warga 0283 Bikin Greget Saat Diisolasi

200

TEGAL – Seribu satu cara dilakukan warga 0283 saat menghadapi isolasi wilayah. Tak ingin banyak direpotkan, mereka memilih beberapa cara alternatif yang cukup greget untuk bisa masuk ke jantung Kota Tegal.

Salah satunya dengan mencari jalan alternatif atau jalur tikus, daripada harus memutar jauh dan melalui pintu masuk yang tersedia di Jalan Proklamasi. Belum lagi, di sana mereka akan menghadapi protokol pemeriksaan kesehatan oleh petugas.

Pemandangan yang tak biasa terjadi itu berlangsung di kawasan Pasar Langon, Kecamatan Tegal Timur. Sebuah beton movable concrete barrier (MCB) terpasang tepat di Jalan Sumbodro Kota Tegal.

Alhasil, lahan parkir selebar kurang lebih lima meter disulap menjadi jalan dadakan atau jalur tikus oleh pengendara. Baik pengendara dari dalam kota maupun kabupaten Tegal berjubel di depan Pasar Langon.

Sang petugas parkir, Edo (46) mengaku sedikit merasa kesal dan gregetan acap kali mendapati pengendara yang memacu gas saat melintasi lahan sempit itu. Alih-alih ingin cepat bisa masuk ke kota, pengedara tak mengindahkan sekelilingnya.

“Dari hari pertama isolasi, setiap pagi bukannya dapat parkiran malah jadi ikut ngatur lalu lintas. Malah motor-motor yang parkir sempat disasak,” kata Edo kepada SMPantura.com, Kamis (2/4) siang.

Dirinya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) dapat memberikan kelonggaran, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Sehingga kawasan Pasar Langon tidak digunakan untuk hilir mudik kendaraan.

Di lokasi lain, antrean kendaraan sempat terjadi di pintu keluar RSUD Kardinah, tepatnya di Jalan Sultan Agung. Salah satu MCB yang dipasang mendadak terbuka dan menjadi rebutan para pengendara sepeda motor.

Alhasil, terjadi kepadatan massa baik dari arah utara (Tegal) maupun sebaliknya. Begitu pula pemasangan beton di Jembatan Kaligung yang berbatasan dengan daerah Mejasem, Kabupaten Tegal.

Masih adanya sedikit celah di badan jembatan, dimanfaatkan para pengendara yang akan masuk ke Kota Tegal. Ironisnya lagi, terdapat oknum warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk menjadi Pak Ogah.

“Ada yang ngatur lalu lintas, nanti bergantian motor yang lewat. Setelah itu nanti mereka kasih uang seikhlasnya,” kata pegendara motor, Fauzi Septiawan. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA