Take a fresh look at your lifestyle.

Kekeringan Mulai Melanda Pemukiman Penduduk

188
  • Warga di Empat Desa Kesulitan Air Bersih

BREBES – Kekeringan di Kabupaten Brebes kini tidak hanya dialami lahan pertanian, tetapi mulai melanda pemukiman warga. Bahkan, beberapa desa di Kota Bawang itu sudah kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menyebutkan, kekeringan yang melanda pemukiman warga tersebut ditandai dengan adanya permintaan bantuan air bersih dari warga. Hingga kemarin, tercatat ada sebanyak 4 desa dari 2 kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih kepada BPBD. Yakni, tiga desa di Kecamatan Banjarharjo dan satu desa di Jatibarang.

” Sampai kemarin, total sudah ada 4 desa di 2 kecamatan yang kesulitan air beraih dan mengajukan bantuan. Hari ini (kemarin-red), kami distribusikan air bersih ke Desa Cigadung, Kecamatan Banjarharjo,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Nuhsy Mansyur, kemarin.

Menurut dia, desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih itu di antaranya Desa Malahayu, Karangbale dan Cigadung Kecamatan Banjarharjo. Kemudian, Desa Karanglo Kecamatan Jatibarang. Atas pengajuan itu, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 4 tangki air bersih ke warga tersebut. Distribusi bantuan air bersih tersebut sebagai penanganan kekeringan sementara, dengan tujuan untuk meringankan beban warga.”Kami berharap warga dapat memanfaatkan air bersih dengan sebaik-baiknya misal untuk konsumsi, memasak. Tidak menghamburkannya untuk keperluan yang tidak penting, seperti mencuci motor atau mobil,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari hasil pemetaan BPBD, di Brebes terdapat 41 desa yang tersebar di 12 kecamatan rawan mengalami kekeringan. Yakni, Kecamatan Tanjung, Bulakamba, Brebes dan Kersana. Kemudian, Kecamatan Bantarkawung, Bumiayu, Sirampog, Tonjong, Losari, Larangan, Ketanggungan dan Banjarharjo. “Dari data kami, daerah yang rawan kekeringan pada musim kemarau ini ada sebanyak 41 desa di 12 kecamatan. Itu yang berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, musim kemarau tahun ini sudah berlangsung sejak Juni dan diperkirakan sampai Oktober mendatang. Dibanding tahun sebelumnya, musim kemarau kali ini lebih cepat. Sebab, tahun sebelumnya mulai terjadi pada Agustus-November. “Bagi warga yang desanya butuh bantuan air bersih, pihak desa cukup mengirim surat permohonan bantuan distribusi air bersih ke kantor kami. Nanti kami langsung kirim,” terangnya.

(Setiawan/red38)

BERITA LAINNYA