Take a fresh look at your lifestyle.

Kekeringan, Baru 8 Kecamatan di Brebes Terjangkau Bantuan Air

144
  • BPBD Terkendala Jumlah Armada Tangki Air

BREBES – Bantuan air bersih bagi warga di Kabupaten Brebes, hingga kini belum bisa menjangkau seleuruh daerah yang terdampak kekeringan. Hingga akhir Agustus, bantuan air bersih yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes baru bisa menjangkau sebanyak 8 kecamatan, dari 14 kecamatan yang mengalami kesulita air bersih.

Itu terjadi lantaran BPBD Kabupaten Brebes terkendala minimnya jumlah armada tangki air bersih yang dimiliki. Hingga kini, BPBD hanya memiliki satu unit armada tangki air bersih, dan itu pun kendaraan yang dipinjamkan oleh Pemprov Jateng. Di sisi lain, di tahun 2019 Pemkab Brebes berencana membeli belasan mobil dinas baru dengan alokasi anggaran mencapai Rp 4,56 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Brebes berencana membeli sebanyak 11 mobil dinas baru. Anggaran pembelian kendaraan dinas baru tersebut telah dialokasikan di APBD perubahan tahun 2019. Dari 11 mobil dinas baru tersebut, 8 unit di antaranya diperuntukan bagi kepala dinas di Pemkab Brebes dan 3 unit lainnya bagi pejabat Forkompinda.

“Kami saat ini hanya punya satu armada truk tangki air bersih. Setiap hari droping dua kali, terkadang hanya mampu satu kali droping karena jaraknya jauh. Jadi, untuk saat ini kami baru bisa menjangkau 27 desa di delapan kecamatan,” kata Kasi Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Brebes. Dasirin, kepada wartawan, kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini masih banyak desa yang terkena dampak kekeringan dan belum mendapatkan bantuan. Mengingat dalam sehari BPBD hanya mampu melakukan droping maksimal 2 kali. Selain dari BPBD, bantuan air juga diberikan instansi lain. Totalnya, sudah ada sebanyak 533.500 liter air bersih yang tersalurkan ke masyarakat, baik dari BPBD maupun pihak lain.
“Kalau jarak lokasi dekat, kami mungkin bisa droping sampai dua kali. Tapi, kau jauh paling sehari sekali,” ungkapnya.

Dari Pemataan BPBD, ada sebanyak 41 desa yang berada di 14 Kecamatan, di Kabupaten Brebes mengalami dampak musim kemarau. Warga di daerah tersebut sejak awal Juli 2019 lalu mengalami kekurangan air bersih. Salah satu kecamatan di Kabupaten Brebes yang terkena dampak paling parah adalah Kecamatan Larangan. Beberapa desa di kecamatan ini, sumber sumber air telah mengering. Bahkan ada sebuah desa di kecamatan ini, sama sekali tidak memiliki sumur karena tidak ada sumber air.

Sehingga untuk keperluan harian, mereka harus membeli dari pedagang eceran. Sesekali mereka mendapatkan bantuan air dari pemerintah melalui BPBD dan lembaga lain seperti Polres Brebes, dan pihak swasta. Namun bantuan yang mereka terima hanya untuk mencukupi kebutuhan selama satu hari.

“Karena tidak ada sumber air, bantuan air yang kami terima dipakai untuk mandi cuci dan memasak. Jadi, air bantuan cepat habis,” tutur Sulaiman, Kadus I Desa Karangbale, Kecamatan Larangan.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Joko Gunawan mengatakan, terkait kekeringan sudah dilakukan rapat lintas sektoral dan telah disepakati penanganannya tidak hanya diatasi BPBD. Namun bisa diambilkan dari armada tangki air lain, seperti yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Brebes. Sehingga, tinggal dilakukan komunikasi antara BPBD dengan PDAM. Nantinya wilayah kecamatan mana yang membutuhkan, bisa langsung didroping oleh armada milik PDAM.

Bahkan, untuk di wilayah Brebes selatan, PDAM juga sudah menyiapkan armadanya. “PDAM kan bagian dari pemerintah daerah juga, jadi tidak masalah. Apalagi, di PDAM kini memiliki 8 unit armada tangki. Jumlah ini cukup untuk menjangkau wilayah yang kesulitan air bersih dan bisa membantu BPBD yang sementara baru memiliki satu armada,” paparnya.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA