Take a fresh look at your lifestyle.

Kejari Kota Tegal Bentuk Satgas Tipikor

81

TEGAL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal membentuk Satuan Tugas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) guna mempercepat proses pelaporan dan penanganan per Januari 2021. Demikian ditegaskan Kepala Kejari Kota Tegal, Dr Jasri Umar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/1) siang.

“Ada empat laporan dugaan tindak pidana korupsi yang sudah masuk dan kita bagikan langsung ke masing-masing tim,” terangnya.

Dijelaskan Jasri, pembentukan satgas merupakan tindaklanjut dari analisa dirinya selama menjabat Kajari Kota Tegal, dalam kurun waktu enam bulan. Dimana tindak pidana khusus (pidsus) sedikit melambat progresnya, lantaran keterbatasan personel.

Adapun Satgas Tipikor, terdiri atas tiga tim dengan 17 personel. Mereka dibentuk, untuk menindaklanjuti adanya laporan masyarakat mengenai dugaan korupsi yang merugikan negara.

“Satgas seperti ini dibentuk sejak awal saya menjabat Kejari. Mulai di Kejari Sekayu, Sumatera Selatan dan Kejari Purworejo. Harapannya, di Kota Tegal ini dapat berjalan dan bermanfaat,” tukasnya.

Lebih lanjut Jasri mengutarakan, laporan yang diterima semata-mata tidak kemudian divonis begitu saja. Melainkan, Satgas tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, mulai dari proses telaah hingga penyelidikan, apakah nanitnya laporan tersebut dapat dinaikkan menjadi penyidikan.

Sementara, Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Tegal, Agung B mengungkapkan, dari empat laporan yang diterima sudah dilakukan penyelidikan dan pekan depan pihaknya mulai melakukan pemanggilan.

“Kriteria laporan yang bisa diberikan yakni, merugikan negara, melakukan suatu perbuatan dengan berbagai macam, atau berpotensi dan terdapat kesalahan administratif. Tentunya dengan disertai bukti yang cukup kuat,” tandasnya.

Adapun Satgas Tipikor terdiri dari Kasi Pidsus, Agung B, Kasubag Bin, Yoanes Kardianto, Kasi Intelejen, Ali Mukhtar, Kasi Pidum Indra Abdi Perkasa, Kasi Datun, Widya Hari dam Kasi Pengelolaan BB dan BR, Kautsar DN.

Disambung Jasri Umar, dengan terbentuknya Satgas Tipikor Kejari Kota Tegal, diharapkan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi lima persen, sesuai dengan program pemerintah. Sebab, Satgas Tipikor terbentuk untuk mengamalakan tugas pengawasan terhadap aliran dana pemerintah.

“Tahun 2020 lalu terdapat tiga laporan yang diterima dan telah selesai. Atas laporan itu, kitaberhasil menyelamatkan uang Pemerintah Kota Tegal sekira Rp 800 juta,” tutup Jasri. (*)

BERITA LAINNYA