Take a fresh look at your lifestyle.

Kejari Brebes Bongkar Kasus Korupsi Kredit Fiktif Rp 2,9 M

- Seorang Mantan Mantri Bank Ditahan

394

BREBES,smpantura.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, berhasil membongkar kasus korupsi kredit fiktif di salah satu bank BUMN di Kabupaten Brebes, senilai Rp 2,9 miliar lebih. Atas kasus itu, seorang mantan karyawan di bank BUMN tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Kamis (14/10).

Tersangka adalah ACN (32), warga Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Tersangka ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan selama beberapa jam, di ruang Kasi Pidanan Khusus (Pidsus) Kejari Brebes. Sekitar pukul 13.00, tersangka diminta tim penyidik Kejari untuk mengenakan rompi oranye, dan di bawa ke Lapas Brebes sebagai tahanan titipan.

“Hari ini, tersangka ACN ini kami tahan. Ini kami lakukan dengan beberapa alasan, di antaranya dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan khawatirkan tersangka mengulangi tindak pidana,” ungkap Kepala Kejari (Kajari) Brebes, Mernawati saat konferensi pers, Kamis (14/10), di Aula Kejari Brebes.

Tersangka ditahan Tim Kejari Brebes, Kamis (14/10)
Tersangka ditahan Tim Kejari Brebes, Kamis (14/10)

Dia menjelaskan, dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit fiktif itu terjadi di tahun 2018 hingga tahun 2019 lalu. Saat itu tersangka menjadi Mantri atau Marketing kredit dan simpanan di bank BUMN tersebut. Dalam kasus itu, tersangka telah menyalahgunakan jabatannya. Modusnya, seolah-olah ada pengajuan kredit dan disetujui pengajuannya oleh tersangka. Padahal, kredit yang diajukan tersebut fiktif. “Total kredit fiktif yang disetujui tersangka ini sebanyak 115 rekening. Hasilnya ini dinikmati untuk kepentingan pribadi tersangka atau orang lain atau pihak lain, dengan total kerugian negara berdasarkan hasil audit internal bank BUMN ini sebesar Rp 2.939.258.376,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus itu terbongkar berawal adanya laporan dari pihak bank BUMN tersebut. Setelah di tindak lanjuti, ternyata memenuhi unsur dugaan tindak pidana korupsi. Hingga akhirnya, pihaknya memeriksa tersangka sesuai surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, tertanggal 25 Januari 2021, dan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, tertanggal 05 Mei 2021. “Sebelum menahan tersangka ini, kami dalam tahap penyelidikan hingga penyidikan, telah memeriksa saksi dan sebanyak 35 orang,” terangnya.

Dia menambahkan, atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasar berlapis. Yakni, primer pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. Kemudiansubsidair pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. “Saat ini tersangka kami tahan di Lapas Brebes, sebagai tahanan titipan Kejari Brebes. Selanjutnya kami dari Kejari Brebes segera akan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA