Take a fresh look at your lifestyle.

Kecewa Terhadap Pemkab, Apresiasi Bantuan NU

321

SLAWI – Pemkab Tegal dinilai lamban dalam memberikan bantuan kepada masyarakat untuk percepatan penanganan Virus Korona (Covid-19). Hal itu dikarenakan hingga kini belum ada bantuan bagi masyarakat, baik pembagian masker, hand sanitizer dan sembako. Sementara itu, organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) telah berbuat banyak bagi masyarakat yang terdampak Virus Korona.

“Belum ada bantuan dari Pemkab. Malah NU yang sudah banyak membantu masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangam, Rustoyo saat melakukan kunjungan lapangan di Polsek Kramat, Senin (20/4). Kunjungan itu juga diikuti dua wakil pimpinan DPRD Kabupaten Tegal lainnya, Rudi Indrayani (Gerindra) dan Agus Solichin (Golkar).

Dikatakan Rustoyo, pembagian masker, hand sanitizer dan alat cuci tangan gencar dilakukan organisasi masyarakat, terutama NU. Pembagian tersebut dilakukan sejak awal munculnya wabah Virus Korona di Kabupaten Tegal melalui badan otonom NU, baik GP Ansor, Fatayat, Muslimat dan lainnya. Bahkan, terakhir kali PCNU Kabupaten Tegal membagikan paket sembako sebanyak 4 ribu paket.

“Pemkab belum sama sekali membagikan bantuan. Hingga kini, masih berkutat soal pendataan penerima BLT,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal itu.

Ia mengungkapkan, lambannya gerakan dari Pemkab Tegal dinilai akan memperparah kondisi wabah Virus Korona di kabupaten itu. Padahal, anggaran untuk penanganan Covid-19 cukup tinggi sekitar Rp 137 miliar untuk tahap 1. Rustoyo berharap Pemkab agar segera melakukan upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Segera bergerak, dan kami minta agar jangan bermain politik diranah bencana kemanusiaan. Tidak etis,” tegasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA