Take a fresh look at your lifestyle.

Kecewa, DPRD Tak Dilibatkan dalam Satgas Pertamina

122

PEMALANG – Komisi C DPRD kecewa tidak dilibatkan dalam Satuan Tugas (Satgas) Pertamina dalam menjaga keamanan pasokan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon. Ketua Komisi C Ujiyanto mengatakan komisinya mengetahui betul bagaimana pemanfaatan gas melon yang tidak sesuai peruntukkan.

“Apalagi kemarin Satgas menjumpai ada pengusaha rumah makan yang menggunakan gas melon, ini regulasinya bagaimana, harus ada sanksi jangan hanya ditegur, disurati atau disuruh mengganti,”kata Ujiyanto, Selas (13/8).

Satgas, lanjut dia, mestinya juga melibatkan polisi sehingga ketika kedapatan pengusaha rumah makan menyimban gas melon dalam jumlah banyak maka diambil tindakan pidana karena tergolong penimbunan. Kemudian juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka yang sudah mampu untuk tidak menggunakan gas melon.

Menurut dia, edukasi bisa dimulai dengan membuat kesepakatan semua elemen masyarakat, ASN dan TNI Polri golongan tertentu untuk deklarasi tidak menggunakan gas melon bersubsidi. “Sosialisasikan dengan panggung terbuka agar masyarakat mengetahui sehingga masyarakat ikut menjadi filter ketika ada pelanggaran pembelian gas melon oleh orang yang sudah mapan,”beber Ujiyanto.

Menurutnya, pemerintah sudah menghitung kebutuhan gas melon untuk masyarakat kurang mampu. Namun di masyatakat banyak dijumpai masyarakat mampu bahkan pengusaha yang menggunakan gas melon. Akibatnya pasokan yang seharusnya cukup di masyarakat malah langka terutama pada saat Idul Adha kemarin.

Kemarin Satgas Pertamina yang turun ke beberapa rumah makan mendapati mereka masih menggunakan gas melon. Bahkan menurut Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan, Priyo Budi Satgas menemukan sebuah rumah makan di Jl Jendral Sudirman yang menyimpan 35 tabung gas melon.

Rumah makan lainnya ada yang menggunakan tabung elpiji non subsidi tapi menyimpan gas melon dengan alasan untuk cadangan. Terhadap temuan-temuan tersebut Satgas hanya meminta pemilik rumah makan mengganti gas melon dengan gas elpiji 5,5 kilogram saat itu juga. Inspeksi mendadak oleh Satgas kemarin menurut Priyo bersifat sosialisasi. Gas melon yang ditemukan di rumah makan selanjutnya dikirim ke pangkalan-pangkalan.

Satgas ini dibentuk Pertamina dengan tujuan untuk menjaga keamanan pasokan gas melon selama Idul Adha dan sesudahnya. Namun didapati kenyataan banyak warga yang kesulitan mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut. Bahkan di tingkat pengecer harga sudah dimainkan menjadi Rp 30 ribu/tabung padahal harga di pangkalan hanya Rp 18 ribu.

(Ali Basarah/ red2)

BERITA LAINNYA