Take a fresh look at your lifestyle.

Kawasan Industri Batang Bukan UntukTinggalkan Kendal dan Brebes

- Dibangun Tahun 2021

196

BATANG- Kawasan Industri Terpadu Batang bukan untuk meninggalkan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Brebes (KIB).

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN (Persero) III Mohammad Abdul Gani, usai mengikuti kegiatan kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Kawasan Industri Terpadu Batang di Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih, Selasa (30/6).

”Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Brebes tetap ada dan kita akan berkolaborasi,” kata Mohammad Abdul Gani.

Dia menjelaskan, keunggulan Kawasan Industri Terpadu Batang sangat strategis karena dilewati jalan tol, dekat jalan pantura, energi listrik dan airnya mencukupi, dilewati kereta api serta lautnya dalam sehingga bisa dibuat pelabuhan.”Kawasan industri Batang lahannya 4.000 hektar, masuk rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) industri 450 hektar yang akan kita buat master plan-nya. Di 2021 siap dibangun. Nantinya dikelola PTPN, PT PP (Pembangunan Perumahan) dan KIW (Kawasan Industri Wijayakusuma), yang kita jual atau sewa,” jelasnya.

Ditambahkan, kelebihan Kawasan Industri Batang tanah tidak ada pembebasan karena milik PTPN 9 sehingga pihaknya akan mendorong bagaimana kawasan ini kompetitif terhadap kompetitor global. Seperti Vietnam dan Kamboja yang dilengkapi exit tol, pelabuhan dry port, dan stasiun kerata api. Abdul Gani menjelaskan, menurut UU Nomor 19 tahun 2003 pasal 2, PTPN merupakan BUMN yang salah satu fungsi dan tugas pokoknya ikut mengembangkan ekonomi nasional dan membangun industri atau inisiatif bisnis yang belum dimaksimalkan swasta.

”Kita harus bisa berikan fasilitas yang lebih kompetitif. Harga lebih murah dan UMR di sini juga termasuk lebih murah,” terang Mohammad Abdul Gani.

Sementara itu, Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad mengatakan, Kawasan Industri Batang segera akan ditata konsep bisnis dan desainnya untuk menarik investor. Menurut dia, harus dibuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri di Indonesia cukup banyak. Hal ini dimaksudkan untuk menarik investor dari asing supaya mereka tidak pindah ke Vietnam dan Kamboja.

”Kita akan coba tata desain, lahan, pengelolaan, dan membuat segala prosesnya mudah sehingga investor tertarik. Makanya kami coba buat diferensiasi industri dengan tidak meninggalkan ruang terbuka hijau sehingga mereka nyaman. Kawasan Industri Batang bukan pesaing kawasan industri daerah lain, tapi sebagai pelengkap,” jelasnya.

(T.Suhito-red2) 

BERITA LAINNYA