Take a fresh look at your lifestyle.

Kasus Demam Berdarah di Kota Bahari Menurun

116

TEGAL, smpantura.com – Kasus demam berdarah dangue (DBD) di Kota Tegal masih terkendali hingga 20 Mei 2021. Bahkan, kasusnya cenderung menurun dan tercatat baru ada 15 kasus sejak Januari 2021.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati, saat ditemui wartawan baru-baru ini.

“Sesuai kelompok umur, dari 15 kasus tersebut rata-rata berusia 5-14 tahun. Jumlah itu tersebar di sembilan kelurahan, dari tiga kecamatan yang ada di Kota Tegal,” ungkapnya.

Kesembilan kelurahan tersebut, meliputi Kelurahan Mangkukusuman, Mintaragen, Panggung dan Slerok, Kecamatan Tegal Timur. Kemudian Kelurahan Bandung, Tunon dan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, serta Kelurahan Margadana dan Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana.

Menurut dr Prima, kasus DBD di Kota Tegal cenderung mengalami penurunan sejak lima tahun lalu. Dimana pada tahun 2016 tercatat ada 131 kasus, tahun 2017 terdapat 79 kasus, tahun 2018 ada enam kasus, tahun 2019 ada 90 kasus dan tahun 2020 terdapat 59 kasus.

“Trennya menurun jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama dan tidak ada angka kematiannya juga. Kita sudah memprediksi akan hal ini dengan melihat dari siklus lima tahunan dan perubahan iklim, terutama masa pancaroba,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan upaya untuk menekan kasus DBD. Diantaranya dengan menggelar Lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di setiap kelurahan.

Tak hanya itu, Dinkes juga melakukan abatisasi serta PSN pada saat terjadi kasus, serta pemasangan ovitrap di 14 kelurahan sentinel DBD (surveilens vektor). Termasuk pelaksanaan fogging focus terhadap wilayah yang melaporkan adanya kasus.

“Kita terus bergerak memberdayakan masyarakat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Dengan begitu, wawasan kesehatan lingkungan mereka akan terbangun,” tutupnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA