Take a fresh look at your lifestyle.

Karyawan Unggul Jaya Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

175

 

PEKALONGAN – PT Unggul Jaya Sejahtera Pekalongan menggelar lomba merangkai ecobrick bagi karyawan perusahaan setempat. Ecobrick sendiri dibuat berbahasan dasar sampah plastik, yang disulap menjadi aneka produk yang memiliki nilai manfaat. Lomba tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya peserta dilatih membuat ecobrick dengan melibatkan Komunitas Sapu Lidi Kota Pekalongan, yang merupakan komunitas peduli lingkungan. Lomba diikuti dari masing-masing bagian.

“Lomba ecobrik semata-mata sebagai bentuk kepedulian manajemen terhadap lingkungan. Kami sangat fokus terhadap kebersihan, terutama di area perusahaan termasuk di lingkungan perusahaan,” tutur Aloysius Dhimas P, selaku HC & GA Dept Head PT Unggul Jaya Sejahtera, disela-sela pengumuman hasil lomba di aula perusahaan di Jalan KH Akhmad Dahlan No 205 Desa Samborejo Tirto Pekalongan, Senin (17/2). Pihaknya berharap, melalui lomba dimaksud, muncul kepedulian peserta untuk menjaga lingkungannya tetap bersih. Dikatakan, lomba tersebut merupakan puncak kegiatan, setelah sebelumnya jajaran manajemen, karyawan dan Komunitas Sapu Lidi melakukan work clean day, dengan turun langsung membersihkan Kali Loji. Dikatakan, lomba tersebut hanya sebagai sarana saja, untuk dapat peduli terhadap lingkungan.

Dalam lomba, juara pertama diraih tim dari bagian warehouse, bagian engraving (2) dan bagian elektric (3). Masing-masing juara mendapatkan uang pembinaan. Sementara, Dicko Handono, Ketua Komunitas Sapu Lidi mengapresiasi kreasi ecobrick yang dikembangkan di PT Unggul Jaya Sejahtera. Menurutnya, hasil karyanya layak ditampilkan ketika ada pameran. Dijelaskan, bicara volumen sampah di Kota Pekalongan, tiap hari mencapai 170 ton. Sementara, volumen sampah di sungai sendiri mencapai 5 ton per hari. “Maka, ini butuh perhatian dari semua pihak. Bukan hanya komunitas, tetapi seluruh stakeholder,” tutur Dicko, didampingi Imam Nur Huda, pegiat Komunitas Sapu Lidi lainnya. Pihaknya menyinggung terkait kondisi sampah di beberapa sekolah yang belum dikelola dengan baik. Pihaknya berharap, dapat dikelola dan dikembangkan, salah satunya menjadi ecobrick. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA